Arsenal Gagal Juara Liga Champions Setelah Kalah Adu Penalti

Smallest Font
Largest Font

Klub asal Inggris Arsenal gagal meraih trofi tertinggi sepak bola Eropa setelah ditundangkan Paris Saint-Germain melalui babak adu penalti dalam laga final Liga Champions yang berlangsung di Budapest, seperti dilansir dari Bola. Kegagalan penalti dari Eberechi Eze dan Gabriel memastikan Paris Saint-Germain meraih gelar juara berturut-turut, sementara bek Gabriel menjadi sorotan setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang. Seusai laga, Kapten Paris Saint-Germain Marquinhos tertangkap kamera langsung menghampiri Gabriel yang terduduk lesu di tengah lapangan guna memberikan penghiburan sebelum para pemain Arsenal datang mendekat.

Kapten Arsenal Martin Odegaard memberikan pujian mendalam atas sikap sportif yang ditunjukkan oleh kapten tim lawan tersebut kepada rekan senegaranya.

"Dia seorang gentleman. Ia mungkin salah satu pemain paling berpengalaman yang masih aktif saat ini," ujar Martin Odegaard, Kapten Arsenal. Odegaard menambahkan bahwa bek senior asal Brasil tersebut memiliki empati tinggi karena sudah sering merasakan atmosfer laga puncak kompetisi Eropa.

"Dia sudah merasakan kedua sisi dari final seperti ini, dan dia tahu apa yang sedang kami rasakan saat ini," kata Martin Odegaard, Kapten Arsenal. Di sisi lain, susunan penendang penalti Arsenal sempat memicu perdebatan karena menempatkan seorang pemain bertahan sebagai eksekutor kelima dalam situasi krusial.

Manajer Arsenal Mikel Arteta memberikan klarifikasi bahwa penunjukan tersebut merupakan permintaan langsung dari sang bek itu sendiri. "Dia yang ingin mengambil nomor lima," kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal. Arteta juga menjelaskan bahwa timnya sudah mengantisipasi skenario perpanjangan waktu dengan menyiapkan beberapa penendang alternatif.

"Kami sudah mempersiapkan dan berlatih untuk momen ini. Normalnya penendang penalti kami adalah Bukayo, Martin, dan Kai. Hari ini kami tahu jika masuk ke perpanjangan waktu dan penalti, penendangnya akan berbeda," tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Lebih lanjut, sang manajer mengakui keunggulan efisiensi eksekusi dari tim lawan yang menjadi pembeda hasil akhir pertandingan tersebut. "Ebs tidak pernah gagal saat latihan penalti, tapi Anda harus melakukannya di momen seperti ini," ucap Mikel Arteta, Manajer Arsenal. Kekalahan ini memperpanjang catatan minor Arsenal di partai puncak, sementara Paris Saint-Germain sukses mempertahankan status sebagai penguasa kompetisi Eropa.

"Kami tidak seberuntung mereka dalam hal presisi dan efisiensi, dan itulah alasan kami belum memenangkannya," ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed