Marquinhos Hibur Gabriel Magalhaes Usai Final Liga Champions 2026

Smallest Font
Largest Font

Paris Saint-Germain kembali menorehkan sejarah di pentas sepak bola Eropa setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions. Seperti dikutip dari Bola, Les Parisiens menundukkan Arsenal melalui adu penalti dramatis dengan skor 4-3 pada partai final di Puskas Arena, Budapest. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit pertama dengan Arsenal unggul lebih dahulu lewat Kai Havertz.

PSG kemudian menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele yang menaklukkan David Raya pada babak kedua.

Skor tetap bertahan 1-1 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir, sehingga laga harus ditentukan melalui adu penalti. Momen paling menyakitkan bagi Arsenal terjadi saat Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo terakhir.

Tendangan kaki kirinya melambung di atas mistar dan memastikan PSG keluar sebagai juara Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun. Di tengah euforia para pemain PSG yang merayakan kemenangan, kapten tim Marquinhos justru melakukan aksi yang berbeda.

Bek asal Brasil itu terlihat langsung menghampiri Gabriel yang tampak terpukul setelah kegagalan penaltinya. Keduanya berpelukan di tengah lapangan, sementara para pemain PSG lainnya masih larut dalam selebrasi juara. Momen emosional tersebut langsung menarik perhatian publik yang penasaran dengan apa yang diucapkan oleh kapten PSG tersebut.

Belakangan, Marquinhos mengungkapkan isi percakapan singkat serta alasannya mendatangi Gabriel sesaat setelah pertandingan usai.

Menurut Marquinhos, kegagalan Gabriel langsung mengingatkannya pada salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya bersama Timnas Brasil. Ia mengaku teringat saat gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan melawan Kroasia pada perempat final Piala Dunia 2022. Kekalahan dari Kroasia tersebut membuat Brasil tersingkir lebih cepat dari turnamen yang sangat mereka impikan.

"Begitu dia gagal mengeksekusi penalti, saya langsung teringat bagaimana perasaan saya ketika gagal melawan Kroasia yang membuat kami tersingkir dari Piala Dunia terakhir," ujar Marquinhos.

Bek berusia 32 tahun tersebut sangat memahami beban mental yang harus ditanggung seorang pemain setelah melakukan kesalahan di momen krusial. "Itu adalah momen yang sangat sulit baginya, sebuah tanggung jawab yang besar. Saya pernah mengalaminya sendiri dan tahu betapa beratnya ketika hal seperti itu terjadi kepada seorang pemain."

Meringankan Beban Mental Rekan Senegara

Marquinhos menjelaskan bahwa dirinya sengaja menyisihkan beberapa menit dari perayaan gelar juara untuk memberikan dukungan moral. Ia tidak ingin bek Arsenal tersebut harus menanggung seluruh kesedihan sendirian akibat kegagalan di final Liga Champions.

"Anda harus sangat kuat untuk bisa bangkit dari momen seperti itu, dan saya tahu betapa sulitnya." "Gabriel benar-benar ingin memenangkan gelar ini dan merasakan semua tekanan itu. Dia tahu jika gagal, maka mimpi tersebut akan hilang dan kami yang akan menjadi juara." Karena alasan itulah, Marquinhos memilih untuk mendekatinya sebelum kembali merayakan kemenangan bersama skuad PSG.

"Saya hanya ingin meluangkan beberapa menit dari perayaan saya untuk dirinya, memeluknya dan mendoakan yang terbaik untuknya."

Persiapan Menuju Piala Dunia 2026

Dalam pelukannya, Marquinhos memberikan pesan sederhana yang mengingatkan bahwa kegagalan tersebut bukanlah akhir dari segalanya. "Saya mengatakan kepadanya bahwa saya pernah melalui momen seperti itu dan tahu betapa sulitnya, tetapi dia bisa bangkit kembali." "Gabriel menjalani musim yang luar biasa bersama Arsenal. Dia membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu bek terbaik di dunia dan menunjukkan kepada semua orang bahwa dia pemain hebat."

Marquinhos juga menegaskan bahwa rekan senegaranya itu tidak layak dijadikan kambing hitam atas kekalahan Arsenal.

"Dia tidak pantas memikul seluruh beban dari kekalahan itu di pundaknya." Selain itu, keduanya akan segera bertemu kembali di pemusatan latihan Timnas Brasil untuk persiapan menghadapi Piala Dunia 2026.

"Dan di Timnas Brasil, kami membutuhkan dirinya untuk Piala Dunia. Saya hanya ingin memeluknya, menunjukkan bahwa dia sangat dihargai oleh kami dan memberi selamat atas semua yang telah dia lakukan musim ini."

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed