Bonus Juara MTQ Provinsi Belum Cair, Adhan Dambea Beri Santunan Pribadi
Harapan para peraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Gorontalo ke-12 untuk menerima bonus penghargaan hingga kini belum juga terwujud. Seperti diberitakan oleh Ulanda, penghargaan berupa bonus tersebut dinilai memiliki makna penting sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap prestasi anak-anak daerah. Belum cairnya bonus ini mulai memunculkan kekecewaan di kalangan peserta maupun pelatih.
Mereka mempertanyakan kepastian realisasi penghargaan tersebut, mengingat pada penyelenggaraan MTQ sebelumnya bonus bagi para juara telah diberikan tidak lama setelah perlombaan berakhir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada pelaksanaan MTQ sebelumnya para peraih juara pertama menerima bonus sebesar Rp3 juta. Nominal itu memang tidak besar jika dibandingkan dengan usaha, waktu, serta proses pembinaan yang dijalani para peserta selama berbulan-bulan.
Kini situasinya berbeda karena hingga beberapa waktu setelah pelaksanaan MTQ Provinsi Gorontalo ke-12 berakhir, bonus yang dinantikan para juara belum juga diterima. Ketidakjelasan itu membuat sejumlah peserta mulai mempertanyakan komitmen pihak terkait dalam memberikan penghargaan kepada insan-insan yang telah mengukir prestasi di bidang syiar Al-Qur’an.
Salah seorang sumber yang terlibat dalam pembinaan kafilah mengungkapkan, bonus bukan semata-mata soal nilai uang. Lebih dari itu, penghargaan tersebut memiliki dampak psikologis yang besar terhadap semangat para peserta untuk terus berprestasi. "Seharusnya para juara diberikan bonus sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan pembinaan. Ini bukan hanya penghargaan atas capaian mereka, tetapi juga bisa menjadi motivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya yang akan digelar di Semarang pada September mendatang," ujar sumber tersebut kepada wartawan, Senin (13/7).
Menurut dia, proses menuju MTQ tingkat nasional membutuhkan persiapan yang jauh lebih serius. Para peserta memerlukan waktu latihan yang intensif, pendampingan, hingga berbagai kebutuhan penunjang lainnya. Kondisi tersebut kontras dengan langkah yang diambil Pemerintah Kota Gorontalo. Di tengah belum adanya kepastian mengenai bonus bagi para juara tingkat provinsi, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea justru memilih memberikan perhatian langsung kepada seluruh anggota Kafilah Kota Gorontalo.
Sebanyak 46 peserta kafilah menerima bonus pribadi dari Adhan Dambea sebesar Rp1 juta untuk setiap peserta. Menariknya, bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada mereka yang meraih juara, tetapi kepada seluruh anggota kafilah yang telah mewakili Kota Gorontalo dalam ajang MTQ tingkat provinsi. Kebijakan itu mendapat respons positif dari sejumlah peserta.
Mereka menilai perhatian tersebut menunjukkan bahwa perjuangan seluruh anggota kafilah tetap dihargai, tanpa memandang hasil akhir perlombaan. Tak hanya memberikan bonus, Pemerintah Kota Gorontalo juga memfasilitasi kebutuhan peserta selama mengikuti MTQ. Seluruh anggota kafilah memperoleh fasilitas penginapan di Hotel Amaris yang disiapkan langsung oleh Wali Kota Adhan Dambea.
Langkah itu dinilai membantu peserta agar dapat mengikuti perlombaan dengan kondisi yang lebih nyaman dan fokus. Di kalangan pembina, perhatian terhadap peserta dianggap menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan Tilawatil Quran yang berkelanjutan.
Prestasi, menurut mereka, tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan panjang, disiplin, serta dukungan yang konsisten dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, keterlambatan realisasi Bonus Juara MTQ Provinsi Gorontalo dikhawatirkan dapat memengaruhi semangat para peserta, terutama mereka yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional. "Anak-anak ini sudah berjuang membawa nama daerah.
Mereka berlatih berbulan-bulan, meninggalkan aktivitas sekolah bahkan keluarga. Apresiasi sekecil apa pun tentu akan sangat berarti bagi mereka," kata sumber tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab belum direalisasikannya bonus bagi para juara MTQ Tingkat Provinsi Gorontalo ke-12.
Belum diketahui pula kapan penghargaan tersebut akan disalurkan kepada para penerima.
Ketidakpastian itu membuat pertanyaan publik terus mengemuka. Di satu sisi, para juara masih menunggu hak yang selama ini menjadi tradisi penghargaan dalam setiap penyelenggaraan MTQ. Di sisi lain, perhatian yang lebih cepat justru datang dari Pemerintah Kota Gorontalo melalui kebijakan Adhan Dambea yang memilih memberikan bonus kepada seluruh peserta kafilah tanpa membedakan status juara maupun nonjuara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow