EAIC Temukan Ketidakteraturan Naturalisasi Tujuh Pemain Timnas Malaysia

Smallest Font
Largest Font

Komisi Integritas Agensi Penguatkuasaan Malaysia (EAIC) telah merilis hasil penyelidikan terhadap proses pemberian kewarganegaraan kepada tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Investigasi tersebut dilakukan setelah menerima pengaduan terkait dugaan ketidakpatuhan prosedur operasi standar dalam proses naturalisasi atlet tersebut, dilansir dari Bola. Penyelidikan dilaksanakan melalui pembentukan Pasukan Petugas Khas EAIC berdasarkan Akta Suruhanjaya Integriti Agensi Penguatkuasaan 2009.

Tim penyelidik melibatkan Jabatan Pendaftaran Negara dan Jabatan Imigresen Malaysia untuk menelaah dokumen dari berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Federasi Sepak Bola Malaysia. Lembaga tersebut mengambil keterangan dari 15 pejabat serta lima saksi masyarakat untuk membandingkan praktik di lapangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Proses naturalisasi tujuh pemain yakni Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel menjadi fokus utama dalam penyelidikan ini.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa meski pemberian kewarganegaraan memiliki dasar hukum melalui Konstitusi Federal Malaysia, proses pertimbangannya berlangsung dalam waktu singkat dan tidak teratur. Temuan tersebut memunculkan persoalan yang dinilai memerlukan evaluasi menyeluruh oleh pemerintah Malaysia.

EAIC mengidentifikasi ketidakteraturan dalam proses penerbitan permit masuk serta pemeriksaan keamanan oleh Jabatan Imigresen Malaysia. Selain itu, terdapat temuan mengenai ketidakpatuhan dalam penyelenggaraan ujian bahasa Melayu serta verifikasi pelepasan kewarganegaraan asal yang seharusnya dipenuhi oleh para pemain. Pemerintah diminta menyusun pedoman penggunaan kewenangan diskresi Menteri Dalam Negeri agar setiap keputusan mengacu pada prinsip domisili dan dapat dipertanggungjawabkan. EAIC juga merekomendasikan penyusunan SOP khusus mengenai prosedur naturalisasi agar mekanisme di masa mendatang berjalan seragam dan transparan.

Terkait laporan mengenai dugaan pemalsuan dokumen yang sempat diputus sebagai dokumen palsu oleh Pengadilan Arbitrasi Olahraga, EAIC menyatakan hal tersebut berada di luar kewenangannya. Lembaga ini menyerahkan penyelidikan lebih lanjut terkait pemalsuan tersebut kepada instansi penegak hukum yang berwenang.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed