Fortuna Sittard Tahan Imbang PSV Eindhoven Dua Sama

Smallest Font
Largest Font

Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, mencetak gol debut saat Fortuna Sittard menahan imbang PSV Eindhoven 2-2 pada laga Eredivisie di Stadion Philips, Minggu (9/8/2026) dini hari WIB, dilansir dari Bola.

Gol Romeny pada menit ke-42 memanfaatkan kesalahan sundulan Ryan Flamingo membawa tim tamu unggul 1-0 hingga babak pertama usai. PSV membalikkan keadaan lewat gol Flamingo pada menit ke-55 dan Noah Fernandez menit ke-74, sebelum Edouard Michut menyamakan skor pada masa injury time.

Bek tengah PSV Eindhoven, Ryan Flamingo, menyampaikan pengakuannya mengenai kesalahan yang berujung pada gol pertama lawan.

"Pada kejadian pertama, ada bola lambung yang memantul. Saya berniat menyundulnya ke depan, tapi bola justru jatuh di kaki Ole Romeny dan dia mencetak gol," ujar Ryan Flamingo, pemain PSV Eindhoven.

Pemain belakang tersebut menjelaskan upayanya untuk bangkit di lapangan setelah insiden tersebut.

"Itu murni sebuah kesalahan. Selanjutnya, tugas saya adalah membalikkan keadaan. Tentu saja sempat ada rasa kesal, tapi Anda tahu masih ada 45 menit tersisa dan Anda harus bangkit," kata Ryan Flamingo, pemain PSV Eindhoven.

Ia juga menambahkan alasan di balik sikapnya saat berhasil mencetak gol balasan lewat situasi sepak pojok.

"Saat melakukan kesalahan, Anda pasti ingin menebusnya. Kami sering melatih situasi seperti ini, dan kali ini eksekusinya berjalan dengan baik," ujar Ryan Flamingo, pemain PSV Eindhoven.

Pengamat Eredivisie, Mario Been, memberikan analisis mengenai pertahanan tim asuhan Peter Bosz yang dinilainya rentan.

"Kami sudah memperingatkan sebelumnya bahwa lini pertahanan adalah titik lemah PSV," ujar Mario Been, pengamat Eredivisie.

Been menyoroti kelonggaran area belakang yang memberikan banyak ruang bagi Fortuna Sittard sepanjang pertandingan.

"PSV terlalu banyak memberikan peluang kepada lawan. Skornya memang baru 0-1, tetapi situasinya bisa saja jauh lebih buruk," kata Mario Been, pengamat Eredivisie.

Ia menilai keputusan pemain bertahan PSV dalam mengantisipasi serangan bola atas sangat keliru.

"Ini benar-benar kualitas permainan yang sangat buruk. Masa-masa terbaiknya adalah saat bermain di lini tengah Utrecht. Dia sama sekali tidak bisa diandalkan di lini pertahanan," ujar Mario Been, pengamat Eredivisie.

Been menyarankan opsi tindakan yang seharusnya diambil oleh lini belakang untuk menghindari ancaman berbahaya.

"Keputusan yang jauh lebih baik adalah jika dia langsung membuang bola itu dengan sundulannya," kata Mario Been, pengamat Eredivisie.

Hasil imbang pada laga pembuka Eredivisie musim 2026/2027 ini memberikan satu poin bagi kedua tim.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed