Frank Leboeuf Prediksi Kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid Bakal Penuh Drama

Smallest Font
Largest Font

Kembalinya Jose Mourinho untuk mengisi kursi pelatih Real Madrid berpotensi menimbulkan dinamika tinggi di dalam skuad. Potensi munculnya gesekan di ruang ganti Los Blancos kini menjadi sorotan utama, seperti dilansir dari Bola.

Mantan bek Timnas Prancis, Frank Leboeuf, menilai periode kedua kepemimpinan Mourinho di Santiago Bernabeu bakal diwarnai berbagai drama. Penunjukan kembali pelatih asal Portugal ini terjadi 13 tahun setelah ia meninggalkan klub.

Pada masa baktinya yang pertama, Mourinho mempersembahkan gelar La Liga 2011/2012 dan Copa del Rey 2010/2011. Meski gagal meraih trofi Liga Champions, rekornya mencatatkan 127 kemenangan, 28 hasil imbang, dan 23 kekalahan.

Kini, mantan juru taktik Chelsea dan Inter Milan itu dibebani tugas berat untuk menghentikan dominasi Barcelona di bawah arahan Hansi Flick. Mourinho juga diharapkan mampu membawa stabilitas menyusul rentetan polemik yang menerpa klub akhir musim lalu.

Kendati demikian, Leboeuf meyakini kehadiran Mourinho justru memicu tantangan baru terkait kontrol tim dan pengaruh para pemain bintang.

"Saya ingin melihat 'sinetronnya'," ujar Leboeuf.

"Bahkan jika ini sukses, tetap menarik untuk diikuti. Apa yang akan terjadi antara Vinicius Junior dan Mourinho setelah pertandingan melawan Benfica? Apa yang akan terjadi dengan Kylian Mbappe ketika Jose Mourinho berkata, 'Ayo, turun membantu pertahanan'?" tutur Leboeuf.

Kultur internal Santiago Bernabeu dinilai bisa menjadi penghalang besar bagi skema kerja keras yang diusung sang pelatih baru.

"Di Real Madrid, mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka adalah pemain, mereka adalah bintangnya. Sekarang, itu tidak akan berjalan seperti itu bersama Jose Mourinho. Itulah alasan dia ditunjuk," kata Leboeuf.

Satu di antara fokus utama Mourinho adalah mengubah kedisiplinan bertahan Kylian Mbappe saat tim kehilangan penguasaan bola. Masalah kontribusi defensif penyerang Prancis tersebut sudah sering menjadi sorotan, baik sewaktu membela Paris Saint-Germain maupun Real Madrid.

Leboeuf meragukan Mourinho dapat dengan mudah merubah kebiasaan Mbappe di lapangan.

"Itu akan menarik. Saya pikir mereka akan berbicara," ujar Leboeuf.

"Tetapi, Luis Enrique pernah mencoba berbicara dengan Kylian Mbappe dan itu tidak ada dalam pikirannya. Itu memang bukan bagian dari cara berpikir Mbappe," imbuh mantan pemain Chelsea dan Marseille tersebut.

"Saat dia bergabung dengan Real Madrid, saya berharap Carlo Ancelotti berani mencadangkannya jika dia tidak mau turun membantu pertahanan atau tidak kembali ke posisinya."

"Namun, itu tidak terjadi. Ancelotti tidak melakukan apa pun dan Mbappe terus melakukan apa yang dia inginkan. Sekarang, mari kita lihat bersama Jose Mourinho.

Saya ragu itu bisa berhasil, tetapi saya ingin melihatnya. Saya tidak ingin melewatkannya," lanjut Lebouf.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed