Gubernur Gorontalo Paparkan Manfaat Ekonomi Penyelenggaraan PENAS XVII

Smallest Font
Largest Font

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengevaluasi penyelenggaraan Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII yang diklaim berhasil mendongkrak ekonomi masyarakat serta menarik investasi pusat ke daerah tersebut, dalam konferensi pers di Rumah Jabatan Gubernur pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Dilansir dari Ulanda, pemerintah daerah memanfaatkan momentum berskala nasional ini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas publik, memperoleh program pencetakan sawah baru seluas 5.000 hektare, hingga bantuan puluhan unit traktor dari Kementerian Pertanian.

Gusnar Ismail menjelaskan bahwa pihak pemerintah provinsi memantau secara konsisten respons dan dinamika percakapan publik mengenai agenda nasional ini di berbagai lini media.

"Saya mengikuti terus perkembangan pemberitaan selama PENAS XVII berlangsung. Percakapan masyarakat, baik di media maupun media sosial, menjadi refleksi penting bagi pemerintah. Karena itu kami ingin menyampaikan informasi secara terbuka sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas," kata Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.

Menurutnya, kesuksesan sebuah acara besar tidak boleh hanya dilihat dari intensitas publikasi atau volume kehadiran peserta di lokasi acara.

"Saya lebih suka menggunakan istilah kemanfaatan, bukan keuntungan. Orientasi pemerintah bukan mencari keuntungan, tetapi bagaimana kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Gorontalo," ujar Gusnar Ismail.

Perjalanan Gorontalo menjadi penyelenggara harus melewati proses panjang sejak pelaksanaan PENAS XVI di Padang pada 2023, bersaing dengan Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Sumatera Selatan, hingga SK Menteri Pertanian keluar pada Desember 2025.

"Artinya selama hampir dua tahun status itu belum benar-benar aman. Kami masih harus melalui proses validasi dan verifikasi. Tidak otomatis setelah diumumkan langsung menjadi tuan rumah," kata Gusnar Ismail.

Sempat muncul wacana pemindahan lokasi acara ke wilayah Papua demi mendukung agenda strategis nasional terkait pengembangan lumbung pangan.

"Saya bersama jajaran melakukan berbagai komunikasi dengan Kementerian Pertanian agar Gorontalo tetap dipercaya menjadi tuan rumah. Kami berdialog dan meyakinkan bahwa Gorontalo siap menyelenggarakannya," ujarnya.

Sektor penunjang seperti perhotelan, logistik konsumsi, usaha mikro, dan transportasi lokal dilaporkan bergerak aktif memenuhi kebutuhan mobilitas ribuan peserta dari berbagai penjuru nusantara.

"Yang berputar bukan hanya uang di lokasi kegiatan. Hotel penuh, homestay terisi, konsumsi bergerak, transportasi hidup. Itu yang kami maksud sebagai kemanfaatan ekonomi," ujar Gusnar Ismail.

Lonjakan kunjungan juga terjadi pada destinasi wisata lokal, salah satunya kawasan wisata Hiu Paus di Kabupaten Bone Bolango yang memicu perhatian terkait konservasi satwa.

"Itu menjadi perhatian kita bersama. Pariwisata harus berkembang, tetapi konservasi tetap menjadi prioritas," katanya.

Berdasarkan data panitia pelaksana, transaksi ekonomi pada sektor pelaku usaha mikro mencatatkan perputaran dana mencapai lebih dari Rp1 miliar selama kegiatan berlangsung.

"Angka ini adalah hasil perhitungan panitia dan pemerintah. Silakan kalau nanti ada metode lain yang ingin menguji. Yang penting bagi kami, manfaat kegiatan ini benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo memproyeksikan dampak PENAS XVII sebagai landasan jangka panjang dalam mempromosikan potensi daerah di sektor pertanian dan kelautan.

"PENAS selesai, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Yang paling penting sekarang adalah memastikan manfaatnya terus berlanjut untuk masyarakat Gorontalo," kata Gusnar Ismail.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed