Daftar Harga BBM Pertamina 21 Juli 2026 di Seluruh Indonesia
PT Pertamina (Persero) tidak melakukan perubahan tarif bahan bakar minyak (BBM) per 21 Juli 2026. Seluruh nominal penjualan produk non-subsidi maupun subsidi dilaporkan masih mempertahankan patokan yang ditetapkan sejak awal bulan.
Seperti dilansir dari Moladin, penyesuaian harga terakhir dieksekusi pada 1 Juli 2026 yang menargetkan penurunan nilai jual Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Produk lainnya seperti Pertalite, Biosolar, Pertamax, serta Pertamax Green 95 tetap dipasarkan dengan nominal yang sama.
Bagi konsumen di wilayah Pulau Jawa, belum ada penetapan tarif baru hingga 21 Juli 2026. Seluruh transaksi di SPBU masih merujuk pada ketetapan pertengahan tahun tersebut.
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Rp10.000 | Rp6.800 |
| Rp16.250 | Rp16.150 |
| Rp17.000 | Rp19.300 |
| Rp19.700 | Rp21.150 |
Banderol produk BBM tersebut dikhususkan untuk kawasan DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Wilayah lain memiliki variasi nilai jual yang berbeda.
Variasi Banderol BBM Antar Wilayah
Penyebaran tarif BBM di tingkat provinsi memperlihatkan perbedaan nominal meski untuk varian produk yang serupa. Faktor pertimbangan penetapan tarif melibatkan biaya operasional distribusi, letak geografis, hingga besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
Kawasan dengan status Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam juga memperoleh skema penetapan khusus. Karena penyesuaian ini, struktur harga di Pulau Jawa tidak bisa disamakan dengan wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan Indonesia Timur.
Berikut adalah deretan tarif resmi BBM Pertamina di berbagai wilayah luar Jawa pada 21 Juli 2026:
FTZ Sabang
Pertalite (RON 90) dipasarkan Rp10.000/liter, Pertamax (RON 92) Rp15.250/liter, Dexlite (CN 51) Rp18.450/liter, serta Biosolar Subsidi Rp6.800/liter.
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
Pertalite (RON 90) dijual Rp10.000/liter, Pertamax (RON 92) Rp17.000/liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp20.150/liter, Dexlite (CN 51) Rp20.550/liter, Pertamina Dex (CN 53) Rp22.100/liter, dan Biosolar Subsidi Rp6.800/liter.
FTZ Batam
Pertalite (RON 90) berada di angka Rp10.000/liter, Pertamax (RON 92) Rp15.500/liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp18.350/liter, Dexlite (CN 51) Rp18.700/liter, Pertamina Dex (CN 53) Rp20.100/liter, serta Biosolar Subsidi Rp6.800/liter.
Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB)
Pertalite (RON 90) dibanderol Rp10.000/liter, Pertamax (RON 92) Rp16.250/liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.300/liter, Dexlite (CN 51) Rp19.700/liter, Pertamina Dex (CN 53) Rp21.150/liter, dan Biosolar Subsidi Rp6.800/liter.
Maluku, Maluku Utara, dan Papua
Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatatkan Pertalite (RON 90) sebesar Rp10.000/liter, Pertamax (RON 92) Rp16.650/liter, Dexlite (CN 51) Rp20.150/liter, serta Biosolar Subsidi Rp6.800/liter.
Sementara untuk kawasan Papua, Pertalite (RON 90) dipatok Rp10.000/liter, Pertamax (RON 92) Rp16.650/liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.750/liter, Dexlite (CN 51) Rp20.150/liter, dan Biosolar Subsidi Rp6.800/liter.
Kestabilan harga ini membantu pemilik kendaraan mengestimasi alokasi dana operasional harian. Seluruh SPBU penyedia layanan Pertamina tetap memberlakukan acuan tersebut sampai pengumuman penyesuaian berikutnya dirilis secara resmi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow