Harga Bitcoin Hari Ini Naik Tipis ke Level 63.936 Dollar AS Saat Ethereum Mengalami Penurunan
Harga Bitcoin hari ini bergerak menguat tipis ke level US$63.936,58 pada perdagangan Minggu, 19 Juli 2026. Data pasar kripto menunjukkan aset digital terbesar ini berhasil naik sekitar 0,34 persen dalam 24 jam terakhir setelah sempat mengalami tekanan volatilitas yang cukup tinggi.
Berdasarkan data perdagangan, rentang pergerakan Bitcoin sepanjang sesi perdagangan harian berada di antara US$62.489,45 hingga US$64.332,02. Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai sekitar US$27,32 miliar dengan kapitalisasi pasar kokoh berada di kisaran US$1,28 triliun atau setara dengan Rp22.966 triliun.
Kenaikan tipis ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar setelah perkembangan crypto minggu ini didominasi oleh tren konsolidasi. Pertanyaan seperti "kenapa cryptocurrency turun hari ini" sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan investor retail menyusul fluktuasi tajam yang sempat menyeret harga Bitcoin ke kisaran US$62.500 sebelum akhirnya pulih ke level saat ini.
Pergerakan Pasar Kripto Global Hari Ini
Meskipun Bitcoin menunjukkan pemulihan perlahan, kondisi pasar kripto secara keseluruhan masih memperlihatkan dinamika yang beragam di antara aset-aset utama. Kapitalisasi pasar mata uang kripto secara global tercatat naik tipis 0,23 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,19 triliun.
Jumlah Bitcoin yang telah beredar di pasar saat ini telah mencapai sekitar 20,06 juta BTC. Angka ini setara dengan 95,51 persen dari total suplai maksimum Bitcoin yang dibatasi hanya sampai 21 juta BTC, yang menegaskan tingkat kelangkaan aset digital ini di masa mendatang.
Kinerja Historis Jangka Pendek Bitcoin
Meskipun hari ini mengalami kenaikan tipis, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir sebenarnya masih mencatatkan rapor merah. Investor masih cenderung bersikap waspada akibat tekanan makroekonomi global serta ketidakpastian regulasi.
Berikut adalah data performa historis Bitcoin dalam beberapa rentang waktu terakhir:
- Performa jangka 7 hari terakhir: Turun tipis sekitar 0,24 persen.
- Performa jangka 30 hari terakhir: Terkoreksi sekitar 1,07 persen.
- Performa jangka 60 hari terakhir: Mengalami penurunan 17,18 persen.
- Performa jangka 90 hari terakhir: Turun sebesar 15,49 persen.
Nasib Berbeda Ethereum dan Aset Kripto Lainnya
Kondisi kontras justru dialami oleh Ethereum (ETH) yang menjadi aset kripto terbesar kedua. Di saat Bitcoin perlahan merangkak naik ke zona hijau, Ethereum justru harus rela terkoreksi cukup dalam pada akhir pekan ini akibat sentimen negatif pasar.
Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Ethereum turun 1,46 persen dalam 24 jam terakhir dan turun 0,16 persen dalam 1 jam terakhir. Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir Ethereum sebenarnya masih mencatatkan kenaikan total sebesar 2,59 persen ke angka 1.840,10 dollar AS atau sekitar Rp33,0 juta per koin.
Penurunan Ethereum ini memicu kekhawatiran mengenai penyebab ethereum anjlok 2026 di tengah fluktuasi regulasi global. Penurunan ini juga diikuti oleh pelemahan beberapa aset kripto alternatif (altcoins) lainnya seperti XRP yang ikut terseret ke dalam tren negatif pasar pada perdagangan hari ini.
Berikut adalah tabel perbandingan harga dua aset kripto terbesar berdasarkan data perdagangan terkini:
| Aset Kripto | Harga Terbaru (USD) | Perubahan 24 Jam | Kapitalisasi Pasar |
|---|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | US$63.936,58 | +0,34% | US$1,28 Triliun |
| Ethereum (ETH) | US$1.840,10 | -1,46% | – |
Informasi ini bukan saran investasi. Kripto adalah aset yang sangat volatil. Konsultasikan dengan penasihat keuangan resmi sebelum mengambil keputusan investasi.
Hingga saat ini, para pelaku pasar masih terus memantau pergerakan likuiditas global serta aktivitas volume perdagangan harian untuk melihat apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum kenaikan di atas level psikologis US$64.000 atau justru kembali tertahan di zona konsolidasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow