Harga Hyundai IONIQ 5 Bekas Anjlok hingga Kisaran Rp300 Jutaan

Smallest Font
Largest Font

Pasar kendaraan listrik bekas di tanah air menunjukkan tren menarik, salah satunya pada unit Hyundai IONIQ 5. Mobil listrik yang saat awal peluncurannya dijual Rp800 juta hingga Rp900 jutaan ini kini mengalami penurunan harga cukup tajam di pasar mobil bekas. Penurunan harga ini mencerminkan karakteristik depresiasi kendaraan listrik yang terbilang cepat pada tahun-tahun awal kepemilikan.

Meski demikian, penurunan nilai jual tersebut justru membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik dengan dana lebih terbatas. Berdasarkan data yang dilansir dari Moladin, banderol Hyundai IONIQ 5 bekas di pasaran saat ini berkisar antara Rp350 juta hingga Rp675 juta. Besaran nominal ini sangat dipengaruhi oleh tahun produksi, tipe kendaraan, kondisi fisik, jarak tempuh, hingga kondisi baterai.

Unit Hyundai IONIQ 5 rilisan tahun 2022 hingga 2023 umumnya dipasarkan pada rentang Rp350 juta sampai Rp550 juta. Sementara itu, untuk unit keluaran tahun 2024 ke atas ditawarkan mulai dari Rp550 juta hingga Rp675 juta.

Variasi harga juga ditentukan oleh pilihan varian, baik tipe Prime maupun Signature, serta pilihan kapasitas baterai Standard Range atau Long Range. Kendaraan dengan catatan jarak tempuh rendah dan baterai yang sehat biasanya dipatok lebih tinggi.

Faktor Pembeda Nilai Jual dan Spesifikasi Utama

Selain faktor umur dan varian, kondisi baterai memegang peranan krusial dalam menentukan nilai jual kendaraan ini. Sebagai komponen vital pada mobil listrik, pemeriksaan kondisi baterai wajib dilakukan sebelum menyepakati transaksi pembelian. Hyundai IONIQ 5 dibangun di atas platform E-GMP yang dikhususkan untuk kendaraan listrik Hyundai. Mengusung sistem penggerak roda belakang (RWD), mobil ini membawa rasa berkendara yang berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.

Unit bekas yang beredar di Indonesia hadir dalam dua opsi kapasitas baterai, yakni 58 kWh dan 72,6 kWh. Varian Standard Range berkapasitas 58 kWh mampu menghasilkan tenaga 170 PS dengan jarak jelajah sekitar 384 km. Sementara itu, varian Long Range berkapasitas 72,6 kWh menyemburkan tenaga 217 PS dengan jarak tempuh 451 hingga 481 km.

Kedua tipe tersebut sama-sama memproduksi torsi sebesar 350 Nm dan mampu melaju dari 0 hingga 100 km/jam dalam durasi 7,4 sampai 8,5 detik. Keunggulan lain dari platform E-GMP adalah dukungan pengisian daya cepat bertegangan tinggi. Kemampuan ini memungkinkan proses pengisian energi baterai berlangsung singkat jika menggunakan perangkat pengisi daya yang kompatibel.

Fitur dan Perbandingan Tipe Prime vs Signature

Dari segi kelengkapan, IONIQ 5 dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang membuat baterai mobil dapat difungsikan sebagai sumber listrik cadangan bagi alat elektronik. Untuk keamanan, tersemat sistem keselamatan Hyundai SmartSense yang mencakup Adaptive Cruise Control serta Lane Keeping Assist.

Di pasar mobil bekas, tipe Prime dan Signature menjadi dua varian yang paling sering ditemui. Walau mengusung basis teknologi penggerak listrik yang serupa, tipe Signature menyajikan fasilitas yang lebih lengkap.

Fitur tambahan pada tipe Signature mencakup panoramic roof, pengaturan jok elektrik Relaxation Comfort Seat, serta sistem tata suara premium besutan Bose. Area dasbor juga dilengkapi layar digital terpadu untuk pusat informasi berkendara dan hiburan.

Tips Penting Sebelum Membeli

Pengecekan unit mobil listrik bekas memerlukan ketelitian ekstra dibandingkan kendaraan konvensional. Penilaian tidak hanya berfokus pada bagian bodi dan suspensi, melainkan juga pada aspek kesehatan baterai dan sistem kelistrikan.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan jasa Inspeksi Mobil Bekas Moladin guna memperoleh gambaran kondisi unit secara menyeluruh sebelum bertransaksi. Langkah ini membantu calon pembeli mengetahui potensi masalah pada kendaraan. Pemeriksaan kapasitas baterai serta rekam jejak pengisian daya juga perlu dipastikan karena biaya pergantian komponen ini relatif mahal.

Selain itu, calon pembeli disarankan memeriksa sisa masa garansi kendaraan dan garansi baterai di bengkel resmi Hyundai. Pengujian pada kelancaran port charging dan fungsi sistem pengisian daya juga menjadi poin yang wajib diperiksa. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada gangguan saat pengisian ulang daya listrik dilakukan.

Mengingat bobot kendaraan ini cukup berat, pemeriksaan pada bagian suspensi, sistem pengereman, serta kondisi ban perlu dilakukan secara cermat. Terakhir, pastikan mobil memiliki riwayat perawatan berkala yang jelas dan terbebas dari catatan kecelakaan berat.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: moladin.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed