Oscar Bruzon Fokus Bangun Fondasi Bhayangkara FC
Dikutip dari Bola, Bhayangkara FC resmi memulai era baru di bawah kendali pelatih asal Spanyol, Oscar Bruzon Barreras, untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/27.
Juru taktik berusia 49 tahun tersebut hadir menggantikan posisi Paul Munster yang didepak oleh manajemen klub berjuluk The Guardian.
Oscar Bruzon mengusung rekam jejak mentereng dari Asia Selatan setelah berhasil mengantar East Bengal menjuarai Indian Super League musim lalu.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri penantian gelar klub asal India itu selama 22 tahun.
Kendati dibekali catatan prestasi impresif, Oscar enggan sesumbar memasang target tinggi pada musim perdananya di sepak bola Indonesia.
Eks asisten pelatih Mallorca ini lebih memilih fokus membangun fondasi skuat secara bertahap ketimbang langsung mengumbar janji juara.
Memasuki pekan ketiga pemusatan latihan di Boyolali, Oscar mengaku puas dengan perkembangan serta proses adaptasi anak asuhnya.
"Saya merasakan bahwa tim semakin memahami ide bermain. Ada banyak perubahan dari gameplay tahun lalu. Pemain-pemain menyesuaikan diri dengan baik, intensitas latihan semakin meningkat," kata Oscar Bruzon.
Sebelum sukses di India, Oscar telah mengukir reputasi besar lewat raihan treble winner bersama New Radiant SC di Maladewa.
Ia kemudian melanjutkan dominasinya dengan membawa Bashundhara Kings merajai kompetisi liga domestik Bangladesh selama lima musim beruntun.
Kini, keahliannya diuji untuk membangkitkan Bhayangkara FC yang sudah tidak pernah mencicipi trofi juara sejak musim 2017.
"Manajemen sangat jelas ingin terus meningkatkan diri dan lebih dekat dengan posisi atas. Saya mengambil pekerjaan ini sebagai tantangan," ujar Oscar Bruzon.
"Tapi saya tidak ingin berbicara tentang titel, trofi, dan memasang tekanan yang terlalu besar. Kami harus berjalan per game, per sesi, memperbaiki tim, agar pemain mendapatkan kepercayaan dirinya," kata Oscar Bruzon.
Persaingan Ketat dan Regulasi Pemain Asing
Juru taktik asal Spanyol tersebut menyadari persaingan menembus papan atas klasemen musim ini akan berlangsung sangat sengit.
Menurutnya, perubahan regulasi yang mengizinkan tujuh pemain asing tampil di lapangan bakal mendongkrak kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Namun, kebijakan tersebut juga membawa tantangan tersendiri bagi perkembangan para pesepak bola lokal.
"Saya rasa ada banyak tim yang berusaha untuk mendapatkan posisi di top 3 tahun ini. Saya merasakan bahwa liga ini sangat kompetitif," ucap Oscar Bruzon.
"Sebanyak 18 tim dengan 7 orang asing di lapangan. Saya merasakan bahwa ini adalah tantangan bagi pemain-pemain Indonesia untuk mendapatkan posisi di tim," kata Oscar Bruzon.
Fokus Persiapan Tanpa Memikirkan Persebaya
Menghadapi laga pembuka Super League 2026/27 melawan Persebaya Surabaya, Oscar memilih tidak terburu-buru merancang strategi khusus.
Klub kebanggaan masyarakat Lampung ini dijadwalkan menantang Persebaya yang baru saja menyabet status juara Piala Presiden.
Bagi Oscar, fokus utama tim saat ini adalah meningkatkan standar permainan dan pemahaman taktik seluruh penggawa The Guardian.
"Tantangan utama adalah latihan sehari-hari. Kami menantang dan meminta semua orang untuk menaikkan standar. Kami berfokus pada meningkatkan level, kemampuan, kepercayaan, dan pemahaman dari pemain-pemain," kata Oscar Bruzon.
"Sepuluh hari sebelum pertandingan, baru kami akan berpikir tentang Persebaya. Karena kami tahu mereka adalah tim yang matang dan memperlihatkan kontinuitas dari tahun lalu," ujar Oscar Bruzon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow