Harga Sembako Hari Ini Naik Minyak Goreng Curah Sentuh Rp20.739
Harga sembako hari ini terpantau mengalami fluktuasi signifikan di tingkat pasar tradisional pada Minggu (5/7/2026). Berdasarkan laporan data terbaru dari Siskaperbapo Jawa Timur, sejumlah komoditas utama seperti minyak goreng curah dan beras mengalami tren kenaikan komoditas yang memicu perhatian konsumen.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga mingguan. Warga mulai mengeluhkan pergerakan angka kelontong ini, terutama untuk kebutuhan pokok harian yang sulit digantikan dengan komoditas alternatif.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Daftar Harga Beras Medium dan Premium Terkini
Komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat masih menunjukkan kurva kenaikan tipis. Perubahan harga ini tercatat baik pada kualitas menengah maupun kualitas teratas di pasar.
Pergerakan Harga Beras Premium
Beras premium kini dijual dengan harga rata-rata Rp14.993 per kilogram. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebesar Rp23 atau sekitar 0,15 persen jika dibandingkan dengan periode pendataan sebelumnya.
Pergerakan Harga Beras Medium
Sementara itu, beras medium juga mengalami kenaikan tipis sebesar Rp16 atau sekitar 0,13 persen. Saat ini, para pedagang di pasar tradisional mematok harga beras medium pada angka Rp12.957 per kilogram.
Lonjakan Signifikan pada Komoditas Minyak Goreng
Selain perberasan, sektor minyak goreng menjadi penyumbang fluktuasi terbesar dalam struktur harga sembako hari ini. Mayoritas jenis minyak goreng kemasan dan curah kompak merangkak naik.
Minyak goreng curah mencatat kenaikan tertinggi sebesar Rp348 atau 1,71 persen, sehingga harian harganya kini bertengger di angka Rp20.739 per kilogram. Untuk jenis kemasan premium, harganya naik Rp277 atau 1,27 persen menjadi Rp22.053 per liter. Minyak goreng kemasan sederhana berada di posisi Rp18.811 per liter, sedangkan minyak generik justru turun Rp219 atau 1,35 persen ke angka Rp16.017 per liter.
Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan konsumen mengenai stabilitas pasokan harian. Pertanyaan warga seperti "kenapa harga bahan pokok naik" kerap terdengar di sela-sela aktivitas transaksi di pasar tradisional.
Untuk memberikan rincian yang lebih transparan mengenai perubahan nilai komoditas pangan ini, berikut adalah rincian data harga pokok yang berhasil dihimpun.
| Jenis Komoditas Pangan | Harga Resmi Terkini | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Beras Premium | Rp14.993/kg | Naik 0,15% |
| Beras Medium | Rp12.957/kg | Naik 0,13% |
| Gula Kristal Putih | Rp17.313/kg | Tetap |
| Minyak Goreng Curah | Rp20.739/kg | Naik 1,71% |
| Minyak Goreng Kemasan Premium | Rp22.053/liter | Naik 1,27% |
| Minyak Goreng Minyak Generik | Rp16.017/liter | Turun 1,35% |
| Daging Sapi Paha Belakang | Rp126.554/kg | Naik 0,82% |
| Daging Ayam Ras | Rp30.056/kg | Turun 2,73% |
| Telur Ayam Ras | Rp23.175/kg | Tetap |
Kondisi Sektor Daging dan Telur Ayam
Berbeda dengan minyak goreng dan beras, kelompok produk unggas justru memperlihatkan tren penurunan yang menguntungkan bagi konsumen di akhir pekan ini.
Daging ayam ras mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, yaitu berkurang Rp844 atau sekitar 2,73 persen, sehingga kini dapat ditebus dengan harga Rp30.056 per kilogram. Sementara itu, daging ayam kampung juga merosot dengan persentase penurunan mencapai 4,53 persen hingga menyentuh Rp68.121 per kilogram.
Bagi konsumen yang mencari kepastian informasi mengenai komoditas telur, komoditas telur ayam ras terpantau stabil di angka Rp23.175 per kilogram. Banyak ibu rumah tangga yang melontarkan pertanyaan "berapa harga telur ayam per kilo" sebelum memutuskan jumlah belanjaan mereka agar tetap sesuai dengan anggaran belanja harian.
Di sisi lain, telur ayam kampung mengalami penurunan sebesar Rp717 atau sekitar 1,55 persen, membuat harganya kini berada pada level Rp45.395 per kilogram. Untuk sektor daging merah, paha belakang sapi naik sebesar Rp1.030 atau 0,82 persen menjadi Rp126.554 per kilogram.
Secara keseluruhan, fluktuasi ini terus dipantau oleh dinas terkait guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman di tengah pergeseran harga pasar. Pemerintah daerah melalui instansi terkait juga diimbau untuk terus melakukan operasi pasar secara berkala demi menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow