Karier Jadon Sancho Terus Meredup Tanpa Klub Usai Lepas dari Man United
Karier pesepak bola asal Inggris, Jadon Sancho, terus memperlihatkan penurunan tajam sejak meninggalkan Borussia Dortmund untuk bergabung dengan Manchester United pada 2021. Dilansir dari Bola, winger berusia 26 tahun tersebut kini harus berstatus tanpa klub setelah masa baktinya di Old Trafford resmi berakhir.
Kondisi ini terbilang sangat ironis jika dibandingkan dengan lonjakan kariernya beberapa tahun lalu. Kala itu, keputusannya meninggalkan akademi Manchester City menuju Borussia Dortmund berbuah manis karena memberinya menit bermain reguler hingga berkembang menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.
Pada musim pamungkasnya bersama Dortmund, Sancho sukses menggelontorkan 16 gol yang memicu perburuan dari berbagai klub raksasa Eropa. Manchester United akhirnya memenangkan persaingan tersebut setelah menebusnya dengan nilai transfer fantastis mencapai 72 juta poundsterling, meski performa apik tersebut tak pernah benar-benar terulang.
Penurunan performa Sancho juga diwarnai ketegangan internal dengan sang manajer, Erik ten Hag. Puncak perselisihan terjadi saat Sancho dicoret dari daftar pemain untuk laga melawan Arsenal pada September 2023 akibat dinilai kurang maksimal dalam sesi latihan.
"Berdasarkan performanya saat latihan kami tidak memilihnya. Di Manchester United Anda harus mencapai level tertentu setiap hari. Kami memiliki banyak pilihan di lini depan sehingga untuk pertandingan ini dia tidak dipilih," kata Ten Hag.
Sancho kemudian merespons pernyataan tersebut melalui media sosial dengan mengklaim dirinya dijadikan kambing hitam. Perseteruan terbuka ini berujung pada pengasingan Sancho dari skuad utama hingga membuatnya dipinjamkan ke beberapa klub.
Kritik terhadap sikap dan kedisiplinan Sancho sejatinya bukan hal baru bagi sejumlah pelatih. Saat masih berkostum Borussia Dortmund, pelatih Lucien Favre dan Direktur Olahraga Sebastian Kehl juga pernah memberikan teguran keras kepadanya.
"Seperti setiap pemain lainnya, dia harus tahu bahwa sehebat apa pun Anda, tetap ada batasnya," ujar Kehl.
Kehl menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan kolektif demi menjaga keutuhan tim di Dortmund.
"Ada aturan yang berlaku untuk semua pemain di klub ini. Sepak bola adalah olahraga tim. Anda harus konsisten dan terkadang kami harus mengambil keputusan sulit demi kepentingan kelompok," tambahnya.
Minim Peminat meski Berstatus Bebas Transfer
Daftar pelatih yang enggan mempertahankan Sancho terus bertambah panjang seiring berjalannya waktu. Unai Emery memilih membatasi kesempatan bermainnya saat membela Aston Villa, sementara Chelsea di bawah Enzo Maresca bahkan bersedia membayar penalti agar tidak diwajibkan mempermanenkan statusnya.
Nama Sancho bahkan sempat menjadi perbincangan setelah terlihat berlatih bersama Flixton FC, sebuah klub kasta ke-10 Liga Inggris. Namun, manajemen Flixton FC segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah spekulasi yang berkembang.
"Untuk memperjelas, Jadon tidak menjalani trial bersama klub dan tidak terlibat dalam pembicaraan transfer apa pun," tulis Flixton FC melalui akun media sosial mereka.
Padahal, Ole Gunnar Solskjaer yang memboyongnya pertama kali ke Old Trafford sempat menaruh harapan besar bahwa sang pemain akan menjelma menjadi bintang utama. Namun, harapan tersebut gagal terealisasi setelah Sancho hanya sanggup menyumbang tiga gol pada musim pertamanya di Premier League.
Sancho sebenarnya sempat menunjukkan kebangkitan singkat saat dipinjamkan kembali ke Borussia Dortmund pada 2024. Ia memainkan peran vital dalam mengantar klub Jerman tersebut melaju hingga partai final Liga Champions usai menyingkirkan Paris Saint-Germain di semifinal.
Namun, momen kebangkitan tersebut tidak bertahan lama dan hanya menjadi kilasan sesaat. Memasuki bursa transfer, pemain berusia 26 tahun itu kini berstatus bebas transfer, tetapi belum ada klub profesional yang menunjukkan minat serius untuk merekrutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow