Kasus Everton Berpotensi Picu Gugatan Massal Terhadap Manchester City
Kasus 115 dakwaan yang menjerat Manchester City kembali menjadi sorotan setelah muncul perkembangan penting dari perkara terpisah yang melibatkan Everton dan Burnley. Seperti dikutip dari Bola, Everton diperintahkan membayar kompensasi sebesar 40 miIyar paun kepada Burnley akibat pelanggaran Aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR). Putusan hukum tersebut kini dinilai berpotensi menjadi acuan penting bagi klub-klub Liga Inggris lainnya yang sedang mengamati perkembangan kasus hukum Manchester City.
Burnley berargumen bahwa jika pengurangan poin terhadap Everton dijatuhkan pada 2022 saat mereka terdegradasi, posisi kedua klub di klasemen akhir akan berbeda.
Dalam skenario itu, Everton yang seharusnya turun kasta sedangkan Burnley tetap bertahan, di mana perbedaan nasib tersebut berdampak langsung pada pendapatan finansial. Aturan kompetisi Liga Inggris diketahui mengizinkan sebuah klub mengajukan tuntutan kompensasi terhadap klub lain apabila pelanggaran regulasi terbukti menyebabkan kerugian finansial.
"Aturan Liga Inggris mengizinkan klub untuk mencari kompensasi dari klub lain atas pelanggaran aturan yang menyebabkan kerugian bagi mereka," tulis laporan The Lawyer. "Besaran ganti rugi dalam kasus semacam ini biasanya dihitung berdasarkan nilai peluang yang hilang dan kemungkinan keberhasilan yang seharusnya didapat," tambah laporan yang sama.
Dengan dasar hukum ini, sejumlah klub rival kini mempertimbangkan langkah serupa terhadap Manchester City jika klub tersebut nantinya dinyatakan bersalah atas 115 dakwaan. Proses banding dalam kasus Everton kini dipantau dengan cermat oleh pihak Manchester City dan para rival karena putusan tersebut dapat menciptakan preseden hukum baru.
Potensi Tuntutan Kerugian Finansial
Beberapa klub Liga Inggris dikabarkan telah menyiapkan tim penasihat hukum untuk mengambil tindakan hukum lanjutan jika kesempatan tersebut resmi terbuka.
"Sejumlah klub Liga Inggris diketahui telah menunjuk penasihat hukum untuk menggugat City dan menuntut kompensasi apabila klub tersebut terbukti melanggar aturan liga dalam kasus 115 dakwaan yang sedang berjalan," tulis laporan media tersebut. Media SheWore memberikan gambaran analisis mengenai bentuk tuntutan finansial yang berpotensi dihadapi oleh manajemen Manchester City. Arsenal dan Manchester United dinilai berpotensi mengklaim kerugian pemasukan apabila mampu membuktikan posisi akhir klasemen mereka terdampak oleh pelanggaran yang dituduhkan.
Besaran hadiah uang di kompetisi Liga Inggris ditentukan berdasarkan posisi klasemen, sehingga klub dapat berargumen kehilangan jutaan paun akibat finis di bawah Manchester City.
Contoh Kasus Musim 2015/2016
Satu di antara contoh yang disorot terjadi pada kompetisi musim 2015/2016 yang lalu. Saat itu Manchester City finis di posisi keempat dengan jumlah poin yang sama dengan Manchester United, namun mereka unggul dalam catatan selisih gol.
Hasil akhir tersebut membuat Manchester City berhak lolos ke Liga Champions, sementara Manchester United gagal melangkah ke kompetisi tertinggi Eropa tersebut. Keikutsertaan di Liga Champions pada musim berikutnya menghasilkan pemasukan sekitar 50 juta paun, angka yang berpotensi menjadi dasar nilai kerugian gugatan.
Sebagian besar dari total 115 dakwaan Manchester City berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan keuangan dalam periode tahun 2009 hingga 2018. Jika Manchester City dinyatakan bersalah, gelombang tuntutan kompensasi dari klub yang merasa dirugikan oleh hasil kompetisi periode tersebut berpotensi muncul. Hingga saat ini belum ada kepastian resmi mengenai tanggal putusan akhir kasus tersebut, namun sumber internal meyakini vonis dapat keluar dalam waktu dekat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow