Kemensos Salurkan BPNT Triwulan III 2026 Rp600 Ribu
Kementerian Sosial kembali menggulirkan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai untuk periode 2026, seperti dilansir dari Id. Program bantuan sosial tersebut kini memasuki pencairan tahap ketiga atau triwulan III yang mencakup alokasi bulan Juli hingga September 2026.
Proses distribusi dana bantuan dilakukan secara bertahap kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat yang terdaftar. Pihak kementerian mencatat bahwa pencairan dana BPNT triwulan III ini mulai direalisasikan sejak 20 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada September 2026 setelah perbaikan data penerima rampung.
Setiap KPM menerima alokasi dana sebesar Rp200.000 per bulan. Karena penyaluran triwulan III mencakup masa tiga bulan sekaligus, total bantuan yang masuk ke rekening penerima mencapai Rp600.000.
Dana tersebut disalurkan dalam bentuk saldo elektronik dan tidak dibenarkan untuk ditarik secara tunai. Penerima manfaat wajib menggunakannya untuk membeli bahan pangan pokok di e-Warong atau pedagang mitra pemerintah, seperti beras, telur, sayuran, dan buah-buahan.
Pemerintah membagi skema penyaluran bantuan sosial sepanjang tahun 2026 ke dalam empat gelombang utama:
- Tahap 1 (Triwulan I): Januari hingga Maret 2026
- Tahap 2 (Triwulan II): April hingga Juni 2026
- Tahap 3 (Triwulan III): Juli hingga September 2026
- Tahap 4 (Triwulan IV): Oktober hingga Desember 2026
Panduan Cek Penerima Bansos BPNT 2026
Masyarakat dapat memastikan status kepesertaan BPNT 2026 secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Sosial dengan langkah berikut:
- Akses portal cekbansos.kemensos.go.id.
- Ketik Nomor Induk Kependudukan sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi captcha yang muncul di layar.
- Tekan tombol Cari Data untuk memproses pencarian.
Pengecekan status bantuan juga bisa dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos lewat tahapan ini:
- Buka aplikasi Cek Bansos yang sudah diunduh di ponsel.
- Pilih menu Cek Bansos pada halaman utama.
- Input NIK penerima manfaat sesuai identitas resmi.
- Tuliskan kode verifikasi yang diminta lalu klik Cari Data.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi kepesertaan melalui kanal resmi pemerintah guna menghindari maraknya simpang siur berita pencairan bansos di media sosial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow