Mantan Pemain Persik Gelar Laga Spesial Penghormatan Faris Aditama

Smallest Font
Largest Font

Deretan mantan pemain Persik Kediri menggelar laga spesial bertajuk Golden Memories, Football Legacy di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, sebagai bentuk penghormatan atas loyalitas 11 tahun Faris Aditama. Pertandingan tersebut berlangsung tanpa kehadiran perwakilan manajemen klub, sebagaimana dilansir dari Bola.

Acara penghormatan yang berlangsung pada Minggu (9/8/2029) sore WIB tersebut dihadiri para pemain lintas generasi, termasuk Sulis Budi yang menjadi saksi kebangkitan Persik sejak Divisi I 2002 hingga menjuarai Divisi Utama 2003.

Mantan striker Persik Kediri, Qischil Gandrumini, menyebut laga ini merupakan inisiatif rekan-rekan setim untuk mengapresiasi loyalitas sang pemain yang akrab disapa Pak Lik tersebut.

"Pertandingan ini inisiatif teman-teman sebagai apresiasi untuk Pak Lik. Faris Aditama sangat layak untuk mendapatkan penghormatan ini. Dia salah satu legenda Persik. Sebelas tahun bukan waktu yang pendek demi kecintaannya terhadap Persik," kata Qischil Gandrumini.

Jejak Faris Aditama di klub asal Kediri ini menyamai catatan legenda lain seperti Harianto. Faris menjadi pilar penting saat Persik merangkak dari Liga 3 2018 hingga promosi ke Liga 1 2020, sementara Harianto membawa Persik juara Liga Indonesia pada 2003 dan 2006.

Faris Aditama mengaku terharu atas penghargaan yang diberikan oleh rekan-rekan seperjuangannya selama membela klub berjuluk Macan Putih itu.

"Saya terharu dan mengucapkan terima kasih atas penghargaan dari teman-teman. Apalagi kami pernah bersama-sama merasakan suka duka saat Persik terpuruk dan kini bisa berkompetisi di Super League," ucap Faris Aditama.

Pemain yang identik dengan nomor punggung 13 ini berharap bermunculan talenta-talenta muda dari Kediri yang mampu mengukir prestasi hingga level nasional.

"Sebenarnya, Kediri punya banyak pemain berbakat, di usia dini hingga junior. Semoga di antara mereka bisa berprestasi lebih baik dari saya. Apalagi sepak bola Indonesia sekarang sudah berkembang. Jadi, pemain punya peluang bermain di mana saja karena klub-klub sudah punya tim pemandu bakat untuk mencari bibit pemain terbaik," tutur Faris Aditama.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed