Michael Carrick Ubah Nasib Kobbie Mainoo di Manchester United
Perubahan posisi di skuat utama Manchester United kembali dialami Kobbie Mainoo. Gelandang berusia 21 tahun tersebut mendadak jadi pilar penting Setan Merah, seperti dilansir dari Bola. Situasi ini berbalik dibanding periode awal musim 2024/2025.
Performa apik Mainoo yang mencetak gol kemenangan di final Piala FA dan menjadi starter Timnas Inggris di Euro 2024 sempat terhenti. Kondisi sulit dialami sang pemain usai pemecatan Erik ten Hag. Saat Ruben Amorim mengambil alih kursi pelatih pada November 2024, skema formasi mengalami perombakan mendasar.
Amorim menerapkan strategi favorit 3-4-2-1. Dalam skema dua gelandang tengah, ia lebih memprioritaskan duet Casemiro dan Bruno Fernandes ketimbang memberikan tempat untuk Mainoo.
Evaluasi taktis menjadi alasan pelatih asal Portugal itu menepikan sang pemain. Ia menganggap Mainoo butuh peningkatan pemahaman posisi ketika diminta bermain melintasi area yang luas. "Kobbie sangat bagus dalam mengontrol permainan, tetapi jika dia bermain sebagai nomor delapan, dia harus masuk ke kotak penalti dan kembali. Terkadang dia harus menutupi area yang luas hanya dengan dua pemain," ujar Amorim saat itu.
Amorim menilai kualifikasi teknis yang dimiliki sang pemain belum diimbangi penyesuaian ritme. Posisi nomor enam pun dianggap kurang ideal untuk gelandang muda tersebut. "Kami harus menyeimbangkan semuanya.
Dia memiliki kemampuan teknis, tetapi dia perlu lebih memahami posisinya. Dia harus bermain dengan kecepatan yang berbeda, terkadang lebih lambat dan terkadang lebih cepat. Dia masih bisa berkembang dalam hal itu," tutur pelatih asal Portugal itu.
Menghabiskan paruh pertama musim tanpa pernah menjadi starter Liga Inggris di era Amorim, spekulasi kepindahan pada bursa transfer Januari sempat mencuat sebelum pergantian manajer terjadi. Penunjukan Michael Carrick menjadi titik balik karier Mainoo. Skema empat bek kembali diterapkan, dan sang gelandang langsung diplot masuk ke dalam susunan pemain utama.
Dampak kehadiran Mainoo terlihat ketika MU menundukkan Manchester City 2-0. Sejak kedatangan Carrick, pesepak bola asal Inggris itu turun sebagai starter pada 17 dari 19 laga Liga Inggris.
Ketergantungan klub terhadap kehadirannya terbukti di lapangan. Dua laga saat Mainoo tak turun sejak awal laga berakhir dengan kekalahan, yakni 1-2 dari Leeds United serta 0-2 melawan Hull City.
Peran vital Mainoo kembali terlihat saat membantu MU bangkit menundukkan Ipswich Town 5-2 di Old Trafford. Berduet bersama Youri Tielemans, ia menggalang lini tengah secara solid. Sumbangan performa tersebut berbuah pujian dari sang manajer.
Carrick menyebut kontribusi sang gelandang merupakan elemen krusial bagi keseimbangan tim. "Saya memahami Bruno akan mendapat banyak pujian hari ini dan dia memang layak mendapatkannya. Namun, saya pikir Kobbie tampil luar biasa di lini tengah dan menjadi fondasi performa tim kami," ujar Carrick setelah pertandingan, Senin (31/8/2026).
Perbedaan performa Manchester United terlihat jelas dari catatan statistik dengan dan tanpa kehadiran Mainoo di lapangan.
Ketika Mainoo bermain, MU mencatatkan 17 pertandingan dengan hasil 13 kemenangan, 3 imbang, dan 1 kalah. Tim mencetak 37 gol (2,17 per laga) dan kebobolan 18 gol (1,05 per laga) dengan persentase kemenangan 76,4 persen dan poin per laga 2,47. Sementara tanpa Mainoo, MU menjalani 23 pertandingan dengan hasil 8 menang, 8 imbang, dan 7 kalah. Rataan gol yang dicetak berada di angka 1,60 per laga dan kebobolan 1,56 per laga, sehingga persentase kemenangan turun menjadi 34,7 persen dengan poin per laga 1,39.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow