Pemkab Bone Bolango Minta Pemuda Sampaikan Kritik Pembangunan
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango meminta generasi muda untuk tidak ragu menyampaikan kritik tajam yang disertai gagasan strategis guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan daerah, dilansir dari Ulanda. Permintaan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Bone Bolango, Safri Puili, saat membuka kegiatan Wawasan Kebangsaan yang digagas Aliansi Pemuda Bone Bolango di Hotel Rahmat Indah, Kota Gorontalo, Rabu, 2 September 2026.
Safri menegaskan bahwa pemuda memegang peran strategis dalam mengawal arah pembangunan daerah melalui pemikiran, tenaga, dan keberanian mengawasi kebijakan pemerintah. Ia menekankan bahwa dukungan dari generasi muda sangat dibutuhkan untuk memajukan daerah.
"Untuk membangun negeri tentunya tidak terlepas dari adanya dukungan, partisipasi, dan peran aktif pemuda untuk memberikan sumbangsih pemikiran, tenaga, ide, dan lain-lain," ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Bone Bolango, Safri Puili.
Ia mengimbau agar forum diskusi kepemudaan dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan daerah. Safri juga mengingatkan kembali pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, mengenai besarnya potensi pemuda dalam membawa perubahan besar.
"Ending-nya sebentar nanti akan lahir pemikiran-pemikiran yang mungkin bisa diberikan kepada pemerintah daerah dalam bentuk rekomendasi," kata Safri Puili.
Safri menambahkan bahwa jumlah peserta yang hadir dalam forum tersebut sudah melampaui batas minimal untuk membawa perubahan positif bagi Bone Bolango.
"Yang hadir hari ini sudah lewat 10. Itu mengubah seluruh Indonesia cuma butuh 10 pemuda. Apalagi cuma Bone Bolango. Jadi, itu sudah bisa mengubah negeri," ujar Safri Puili.
Guna memastikan pembangunan berjalan baik, Safri menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik dan justru membutuhkan masukan kritis untuk mengevaluasi kinerja birokrasi.
"Kami sangat rindu dengan kritik-kritik dari para pemuda," kata Safri Puili.
Pemerintah menyadari bahwa kritik dari kalangan muda sering kali disampaikan secara lugas dan tajam, tetapi hal tersebut dinilai lahir dari rasa kepedulian terhadap daerah.
"Kritik dari pemuda ini kami sadari, di situ kritiknya pedas, tetapi intinya cinta. Mereka mengkritik bukan karena marah, tetapi karena cinta pada negeri," tutur Safri Puili.
Acara tersebut dibuka oleh Safri atas nama Bupati Bone Bolango yang berhalangan hadir karena harus menghadiri agenda penanganan potensi kebakaran musim kemarau. Sementara itu, Sekretaris Daerah Bone Bolango sedang mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional Tingkat I di Jakarta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow