Mohamed Salah Pilih Trabzonspor dan Tolak Tawaran MLS

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Pemain depan asal Mesir, Mohamed Salah, telah memutuskan untuk merapat ke klub Liga Turki, Trabzonspor. Keputusan ini mengakhiri berbagai spekulasi mengenai kelanjutan karier sang pemain usai merampungkan masa bakti sembilan tahun di Liverpool dan membela negaranya pada ajang Piala Dunia 2026.

Langkah penyerang berusia 34 tahun ini mengejutkan publik penikmat sepak bola. Sebelumnya, Salah gencar diprediksi bakal melanjutkan perjalanan kariernya ke Liga Arab Saudi atau Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat. Ia juga memilih Trabzonspor alih-alih menerima pinangan dari Besiktas yang sempat melakukan pendekatan.

Seperti dilansir dari Bola, Trabzonspor mengikat Salah dengan kontrak berdurasi dua tahun. Kehadiran bintang anyar ini diproyeksikan untuk mendongkrak performa tim sekaligus meningkatkan pendapatan klub dari sektor komersial, seperti hak sponsor dan penjualan jersey.

Berdasarkan data Sport Illustrated, Trabzonspor memberikan tawaran finansial yang signifikan bagi sang penyerang. Di klub barunya, Salah diperkirakan mengantongi gaji sebesar 19,6 juta dolar AS per tahun atau sekitar 377 ribu dolar AS per pekan, di luar bonus tanda tangan.

Besaran tersebut berada di bawah gajinya semasa membela Liverpool yang mencapai 539 ribu dolar AS per pekan. Kendati demikian, aspek finansial bukan menjadi satu-satunya pertimbangan utama bagi Salah dalam mengambil keputusan.

Peluang untuk tetap berlaga di ajang antarklub Eropa menjadi alasan kuat di balik pilihannya. Trabzonspor, yang mengakhiri musim lalu di peringkat ketiga Liga Turki, mengamankan tiket menuju babak play-off Liga Europa. Jika gagal di fase tersebut, mereka masih memiliki garansi untuk tampil pada ajang UEFA Conference League.

Incaran Klub Amerika Serikat

Sebelum menyepakati kontrak bersama Trabzonspor, Salah sempat menjadi incaran utama klub MLS, Sporting Kansas City. Klub asal Amerika Serikat tersebut bahkan dilaporkan telah menyiapkannya proposal kontrak berdurasi dua tahun dengan nilai bernilai besar.

Kegagalan memboyong Salah menjadi catatan tersendiri bagi perkembangan kompetisi MLS. Padahal, kompetisi di Amerika Serikat itu terus berupaya mendatangkan nama-nama besar dunia seperti Lionel Messi, Luis Suarez, Casemiro, Antoine Griezmann, hingga Robert Lewandowski guna memperluas daya tarik secara global.

Namun, keinginan Salah untuk terus bersaing memperebutkan trofi di tingkat Eropa menjadi faktor pembeda. Kesempatan berlaga di kompetisi Benua Biru tersebut tidak bisa diakomodasi jika sang pemain memilih berkarier di Amerika Serikat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed