PB PASI Dukung Kebijakan Pelatnas Jangka Panjang dan Dana Multiyears
Skema pendanaan multiyears serta pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang bagi cabang olahraga prestasi mendapat tanggapan positif dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Aturan ini menyusul arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, seperti dilansir dari Bola.
Ketua PB PASI, Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan apresiasinya setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, bertemu Presiden Prabowo di Hambalang pada Jumat, 19 Juni 2026.
Penguatan sistem pembinaan usia dini lewat Akademi Olahraga Nasional serta perencanaan jangka panjang dengan anggaran berkelanjutan menjadi instruksi utama Presiden dalam pertemuan tersebut.
Langkah strategis ini dinilai Luhut sanggup memperkokoh fondasi pembinaan olahraga nasional secara konsisten. Menurutnya, skema multiyears memberikan ruang bagi federasi untuk merancang peta jalan pembinaan atlet yang terukur.
"Prestasi olahraga tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Atlet juara dunia tidak lahir dalam satu musim kompetisi. Dibutuhkan proses pembinaan bertahun-tahun yang konsisten dan berkelanjutan," tegas Luhut.
"Perjalanan seorang atlet muda berbakat hingga mampu bersaing di level dunia membutuhkan waktu panjang serta proses yang tidak mudah," lanjutnya.
PB PASI memproyeksikan arahan Presiden bakal memberi dampak positif langsung bagi pelatih maupun atlet. Regulasi administratif dan perencanaan tahunan yang selama ini membatasi gerak federasi dapat teratasi melalui mekanisme baru tersebut.
"Bagi kami di PASI, ini merupakan kabar baik yang sudah lama dinantikan. Selama ini, atlet maupun federasi sering menghadapi keterbatasan akibat regulasi administratif dan siklus perencanaan yang bersifat tahunan," ujar Luhut.
"Padahal, untuk menghasilkan prestasi yang konsisten, atlet dan pelatih membutuhkan kepastian program yang berkelanjutan," lanjutnya.
Keseriusan pemerintah dalam membenahi sistem olahraga dinilai tidak sekadar berfokus pada perolehan medali jangka pendek. Komitmen ini dipandang sebagai upaya membangun fondasi pembinaan berjangka panjang.
"Langkah strategis Bapak Presiden membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada target medali dalam satu ajang semata, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi masa depan olahraga Indonesia," lanjutnya.
Dorongan Sinergi Lintas Sektor
Guna memaksimalkan dampak kebijakan ini, Luhut juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak pemerintah, sektor swasta, dan dunia usaha. Sinergi tersebut diperlukan untuk menambah jam terbang atlet di tingkat internasional.
"Kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dunia usaha, sangat penting untuk mendorong keberhasilan program pembinaan olahraga nasional," ujarnya.
"Dukungan tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi atlet untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding di kancah internasional serta memastikan atlet merah putih selalu siap dan kompetitif," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow