Timnas Soft Tennis Indonesia Patok Tiga Medali di Asian Games 2026
Persiapan Timnas Soft Tennis Indonesia menjelang Asian Games Nagoya-Aichi 2026 memasuki fase pemantapan. Skuad Merah Putih secara realistis mematok target raihan tiga medali, yang terdiri atas dua perak dan satu perunggu, dilansir dari Bola.
Pengurus Pusat Soft Tennis Indonesia (PP Pesti) memastikan performa teknik, fisik, dan mental para atlet kian stabil setelah menjalani masa pemusatan latihan nasional (pelatnas) selama lima bulan sejak Maret 2026.
Kesiapan tim mendapat peninjauan langsung dari Wakil Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Harry Warganegara, di Wisma Antam, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026). Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kelancaran logistik, akomodasi, serta penunjang operasional atlet sebelum bertolak ke Jepang pada 15 September 2026.
"Kami mulai persiapan sejak bulan Maret dan sudah berjalan sekitar lima bulan sampai Agustus ini. Kami akan berangkat ke Asian Games pada 15 September 2026," kata Manajer Tim Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu.
Ketua Umum PP Pesti, Irjen Pol Dr. Awal Chairuddin, menilai seluruh rangkaian program telah memberikan dampak nyata pada kesiapan pemain.
"Alhamdulillah, persiapan tim sudah berjalan dengan baik. Konsep latihan juga tertata dengan baik. Dari sisi mental dan fisik sudah mulai terasa hasilnya, terlebih mereka telah menjalani try out di luar negeri dengan hasil yang cukup membanggakan," ujar Awal Chairuddin.
"Semoga kondisi anak-anak terus terjaga sampai nanti mereka berjuang membela bangsa dan menghasilkan prestasi," tutur Awal Chairuddin.
Sebagai tolok ukur peta kekuatan, timnas sempat melakoni uji coba di Korea Selatan dengan mengikuti dua kejuaraan internasional. Hasilnya, Indonesia membawa pulang tiga medali perunggu dari sektor tunggal putri, ganda putri, serta ganda campuran.
Sesi uji coba tersebut memetakan persaingan ketat kawasan Asia, di mana Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei masih memegang dominasi utama.
"Dari try out di Korea, kami sudah mendapatkan gambaran calon lawan yang akan dihadapi di Asian Games. Jepang, Korea, dan China Taipei masih menjadi negara yang cukup dominan di cabang soft tennis," ujar Ferly Montolalu.
Tantangan peta kekuatan tersebut turut diakui oleh atlet putri Indonesia, Allif Nafiiah.
"Kalau melihat persaingan internasional, terutama Jepang, Korea dan China Taipei, memang kami masih cukup jauh. Tetapi kami tetap optimistis dengan kemampuan yang kami miliki," tutur Allif Nafiiah.
"Dengan fasilitas yang diberikan negara serta dukungan dari pelatih, manajer, dan ketua, kami optimistis bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia di Nagoya, Jepang," kata Allif Nafiiah.
Pada pesta olahraga Asia mendatang, Indonesia mengirimkan total tujuh atlet yang terdiri dari lima putra dan dua putri untuk bersaing di lima nomor pertandingan.
Incaran medali bakal difokuskan pada tiga nomor andalan, yakni beregu putra, ganda campuran, dan tunggal putri.
Atlet tunggal putra, Tio Juliandi Hutauruk, menyatakan kesiapannya untuk tampil maksimal di dua nomor kompetisi.
"Persiapan Asian Games ini sudah kami lakukan dengan matang. Latihan juga kami maksimalkan dan kebutuhan selama pelatnas cukup. Karena sudah tidak ada turnamen lagi, sekarang kami fokus memaksimalkan latihan," ujar Tio Juliandi Hutauruk.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow