PDAM Kota Gorontalo Tambah Produksi Air Atasi Dampak Kemarau
Penurunan debit air Baku di Sungai Bone dan Sungai Bolango akibat kemarau mulai mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Gorontalo. Untuk menjaga kelancaran distribusi ke pelanggan, Perumda Air Minum Kota Gorontalo memperketat pengelolaan instalasi pengolahan air, dilansir dari Ulanda pada Senin, 27 Juli 2026.
Direktur Perumda Air Minum Kota Gorontalo, Lucky Paudi, memaparkan tantangan operasional tersebut di hadapan warga Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat. Ia menekankan bahwa perusahaan berkomitmen mempertahankan pemenuhan kebutuhan air masyarakat yang berkelanjutan meski di tengah keterbatasan sumber air.
“Kami terus berupaya menjaga pelayanan sesuai prinsip kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan. Itu menjadi komitmen utama kami kepada masyarakat,” ujar Lucky Paudi, Direktur Perumda Air Minum Kota Gorontalo.
Saat ini, pasokan air baku diolah melalui tujuh instalasi pengolahan air berkapasitas 508 liter per detik. Layanan tersebut mencakup sekitar 33 ribu sambungan dengan 25.523 sambungan aktif di sembilan kecamatan Kota Gorontalo serta sebagian wilayah Kabupaten Gorontalo, yang baru menjangkau 63 persen dari total 204 ribu penduduk.
Sebagai solusi jangka panjang untuk memperluas jangkauan dan mengatasi masalah distribusi di wilayah barat, perusahaan tengah mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dungingi. Selain itu, perbaikan jaringan pipa distribusi juga dilakukan secara berkelanjutan untuk menekan potensi kebocoran.
“Kami ingin gangguan pelayanan bisa ditangani lebih cepat. Karena itu, pembenahan jaringan distribusi terus dilakukan secara bertahap,” kata Lucky Paudi, Direktur Perumda Air Minum Kota Gorontalo.
Ancaman kekeringan diprediksi masih berlangsung hingga Agustus dan September 2026 sesuai proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini berdampak langsung pada optimalisasi kapasitas produksi harian perusahaan.
“Penurunan debit air baku berdampak langsung terhadap kapasitas produksi. Karena itu, pelayanan belum bisa maksimal seperti ketika kondisi sungai masih normal,” ungkap Lucky Paudi, Direktur Perumda Air Minum Kota Gorontalo.
Di samping fokus pada pasokan air, BUMD ini sedang mempersiapkan integrasi penarikan retribusi kebersihan melalui tagihan rekening air bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Pendapatan Daerah.
“Kami masih menunggu petunjuk teknis serta keputusan Wali Kota sebelum kebijakan tersebut diterapkan kepada masyarakat,” jelas Lucky Paudi, Direktur Perumda Air Minum Kota Gorontalo.
Pelanggan yang mengalami kendala pasokan diimbau untuk segera menyampaikan laporan resmi melalui kanal komunikasi perusahaan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan dengan cepat.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan saluran pengaduan resmi, baik melalui WhatsApp maupun call center. Dengan begitu setiap laporan bisa segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” ujar Lucky Paudi, Direktur Perumda Air Minum Kota Gorontalo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow