Kehadiran Pemain Korea Selatan di Premier League Berpotensi Berakhir
Bola.com, Jakarta - Kehadiran pemain Korea Selatan di Premier League berpotensi berakhir untuk sementara.
Setelah lebih dari dua dekade memiliki wakil di kasta tertinggi sepak bola Inggris, musim 2026/2027 bisa menjadi musim pertama tanpa pemain Korea Selatan sejak 2005.
Situasi ini mendapat perhatian dari jurnalis senior John Duerden, pakar sepak bola Asia.
Era Korea Selatan dimulai ketika Park Ji-sung bergabung dengan Manchester United pada 2005.
Gelandang Timnas Korea Selatan itu kemudian memenangi empat gelar Premier League dan menjadi pemain Asia yang makin dikenal di Inggris.
Setelah Park meninggalkan Manchester United, Son Heung-min melanjutkan jejaknya di Premier League.
Selama satu dekade bersama Tottenham Hotspur, Son menjadi kapten klub dan menutup periode tersebut dengan mengangkat trofi Liga Europa pada 2025 sebelum pindah ke Los Angeles.
Selain Park dan Son, sejumlah pemain Korea Selatan juga pernah menghiasi Premier League.
Ki Sung-yueng, Lee Young-pyo, dan Lee Chung-yong menjadi nama yang cukup dikenal.
Ada pula Cho Won-hee, Yun Suk-young, dan Park Chu-young yang tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain bersama Wigan Athletic, Queens Park Rangers, dan Arsenal.
"Beberapa pemain bahkan memiliki status sebagai idola klub. Ji Dong-won dikenang pendukung Sunderland berkat gol kemenangan pada menit-menit akhir melawan Manchester City," tulis Duerden via The Guardian.
Sementara itu, Lee Dong-gook memiliki karier panjang dan sukses, meski tidak banyak mencetak gol ketika bermain untuk Middlesbrough.
Secara keseluruhan, kehadiran pemain Korea Selatan di Premier League menjadi sumber kebanggaan bagi negaranya.
Hwang Hee-chan Jadi Satu-satunya yang Bertahan
Setelah Son meninggalkan Inggris, Hwang Hee-chan menjadi satu-satunya pemain Korea Selatan yang tampil di Premier League. Namun, penyerang Wolverhampton Wanderers itu juga mengalami masalah cedera.
Sebenarnya masih ada tiga pemain Korea Selatan yang tercatat sebagai bagian dari klub Premier League. Mereka adalah Yang Min-hyeok di Tottenham Hotspur, Kim Ji-soo di Brentford, dan Park Seung-soo di Newcastle United.
Namun, ketiganya diperkirakan kembali menjalani masa peminjaman pada musim 2026/2027.
Lee Kang-in sempat dikaitkan dengan kepindahan dari Paris Saint-Germain ke Inggris. Namun, pada Juli 2026, pemain berusia 25 tahun itu justru bergabung dengan Atletico Madrid dan mengenakan nomor punggung 7 milik Antoine Griezmann.
Lee Kang-in mulai dikenal publik Korea Selatan saat berusia enam tahun setelah tampil di televisi. Pada usia 10 tahun, ia kemudian bergabung dengan akademi Valencia.
Kini, ia disebut sebagai satu di antara pemain terbesar dari Asia, tetapi pertandingan melawan klub Inggris hanya akan terjadi ketika Atletico Madrid tampil di Liga Champions.
Untuk saat ini, tidak banyak pemain Korea Selatan lain yang terlihat mampu menjadi pemain tetap di Premier League.
Jepang Mulai Mendominasi
"Situasi berbeda terjadi pada Jepang. Negeri Matahari Terbit mulai mengambil posisi yang sebelumnya ditempati Korea Selatan sebagai negara Asia dengan kehadiran kuat di Premier League," tulis Duerden dalam ulasannya.
Musim lalu, Kaoru Mitoma tampil menonjol bersama Brighton. Selain itu, ada Daichi Kamada di Crystal Palace, Takehiro Tomiyasu yang juga bermain untuk Palace, Ao Tanaka bersama Leeds United, serta Wataru Endo di Liverpool.
Jumlah pemain Jepang di Premier League berpotensi bertambah pada musim baru.
Hull City merekrut Hidemasa Morita, yang sebelumnya bermain untuk Sporting Lisbon. Morita terakhir kali tampil di Inggris ketika Sporting menghadapi Arsenal pada perempat final Liga Champions, Maret lalu.
Tidak lama kemudian, Daizen Maeda bergabung dengan Ipswich Town sebagai pemain Jepang pertama dalam sejarah klub tersebut. Dia datang setelah menjalani periode sukses bersama Celtic dan memenangi lima gelar liga.
Maeda terakhir kali membela Jepang ketika menghadapi Brasil pada Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan tersebut, Jepang sempat unggul sebelum Brasil mencetak gol kemenangan pada menit ke-96.
Kondisi Timnas Korea Selatan dan Jepang Berbeda
Perkembangan pemain Jepang di Inggris juga sejalan dengan kondisi Timnas Jepang yang dinilai lebih baik daripada Korea Selatan pada Piala Dunia 2026.
Jepang memang kalah 1-2 dari Brasil setelah sempat unggul, tetapi secara keseluruhan Samurai Blue tampil cukup baik.
Korea Selatan justru menjalani Piala Dunia 2026 yang buruk. Mereka menang 2-1 atas Ceko, tetapi kemudian kalah 0-1 dari Meksiko dan kembali takluk dengan skor yang sama dari Afrika Selatan.
Pelatih timnas dan presiden Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan kemudian mengundurkan diri. Park Ji-sung juga dilibatkan untuk memimpin komite reformasi sepak bola baru.
"Park sebelumnya menyebut Korea Selatan perlu mengikuti filosofi jangka panjang Jepang untuk memperkecil jarak dengan negara yang saat ini dianggap sebagai tim terbaik di Asia," lanjut Duerden.
"Makin banyak pemain Jepang juga memilih Inggris sebagai tujuan karier. Secara historis, pemain Jepang lebih sering menuju Jerman terlebih dahulu, tetapi ketertarikan untuk bermain di Inggris kini meningkat.
Dua klub promosi Premier League bahkan merekrut pemain Jepang. Banyak pemain Samurai Blue sebelumnya tampil mengesankan di Championship dalam beberapa tahun terakhir.
Minat Premier League di Korea Selatan Menurun
Popularitas Premier League di Korea Selatan juga sangat berkaitan dengan keberadaan pemain lokal.
Ketika Park Ji-sung bermain untuk Manchester United, pertandingan Setan Merah sering menjadi satu-satunya laga Premier League yang disiarkan sepanjang akhir pekan di Korea Selatan.
Hal serupa terjadi pada era Son Heung-min. Ketika Son bermain, wajahnya bahkan ditampilkan di sudut layar televisi agar penonton kasual tetap mengikuti pertandingan Tottenham.
Duerden menulis, pada 2022, AIA, sponsor utama Tottenham, pernah memesan sebuah laporan yang mengklaim terdapat 12 juta pendukung Spurs di Korea Selatan. Namun, jumlah tersebut dinilai tidak lagi mencerminkan kondisi saat ini.
Seorang eksekutif televisi Korea Selatan mengatakan jumlah penonton pertandingan Tottenham kini jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Ketertarikan terhadap Premier League di Korea Selatan dan Jepang memang banyak dipengaruhi keberadaan pemain dari masing-masing negara.
Saat Manchester City merayakan gol Sergio Aguero yang terkenal pada 2012, penonton Korea Selatan justru menyaksikan pertandingan Manchester United melawan Sunderland secara penuh.
Laga tersebut menjadi penampilan terakhir Park Ji-sung bersama Manchester United.
Kini, penampilan Hwang Hee-chan melawan Burnley pada Mei lalu berpotensi menjadi pertandingan terakhir pemain Korea Selatan di Premier League untuk beberapa waktu ke depan.
"Di sisi lain, jumlah pemain Jepang di kompetisi tersebut terus bertambah. Jepang pun perlahan mengambil peran yang selama ini menjadi milik Korea Selatan sebagai satu di antara negara Asia dengan pengaruh kuat di Premier League," tulis Duerden, menyimpulkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow