Pemkab Gorontalo Targetkan Penurunan Prevalensi Stunting Jadi 24 Persen

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kabupaten Gorontalo menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 24 persen pada tahun 2026 seiring dengan menyusutnya jumlah keluarga berisiko stunting secara konsisten dalam tiga tahun terakhir.

Langkah strategis ini dibahas dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Pelaporan Data Intervensi Stunting di Grand Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat pada Kamis, 11 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Ulanda.

Data instansi terkait menunjukkan penurunan drastis keluarga berisiko stunting, dari 25.700 keluarga pada 2023, menjadi 15.289 keluarga pada 2024, dan menyusut lagi hingga 13.792 keluarga pada 2025.

Meskipun terjadi penurunan pada kategori keluarga berisiko, pemerintah daerah mencatat angka prevalensi stunting di Kabupaten Gorontalo pada tahun 2025 masih berada di level 28 persen.

Kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga penyuluh lapangan dinilai menjadi penggerak utama di balik perbaikan data intervensi tersebut.

“Penurunan ini menunjukkan bahwa berbagai intervensi yang dilakukan mulai memberikan hasil. Namun upaya percepatan penurunan stunting harus terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” kata Rismawati Arsyad, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gorontalo.

Penanganan masalah ini di tingkat daerah diakui memerlukan pendekatan kompleks karena mencakup persoalan sanitasi, kondisi sosial ekonomi, pola asuh, hingga akses layanan kesehatan.

Di sisi lain, kualitas pelaporan data melalui Aplikasi Konvergensi Bangda dari Kementerian Dalam Negeri juga menjadi fokus utama pemerintah untuk memastikan ketepatan sasaran kebijakan.

“Keberhasilan penanganan stunting tidak hanya ditentukan oleh program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kualitas data yang dilaporkan. Karena itu, seluruh operator harus memastikan data yang diinput valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sugondo, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo.

Validitas data tersebut menjadi fondasi krusial bagi pemerintah daerah untuk menetapkan wilayah prioritas serta kelompok sasaran intervensi secara tepat dan akurat.

Kegiatan penguatan pelaporan ini diikuti oleh seluruh operator puskesmas, kecamatan, balai, serta sekretaris kecamatan di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Sebagai modal optimisme, Kabupaten Gorontalo sebelumnya telah meraih nilai 83,97 dengan kategori Baik pada Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Semester II Tahun 2025.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed