Jetour T1 Meluncur dalam Varian PHEV dan ICE, Kenali Perbedaannya

Smallest Font
Largest Font

Pasar otomotif Indonesia kedatangan penantang baru di segmen SUV setelah Jetour secara resmi memperkenalkan model Jetour T1. Mobil ini hadir dalam dua opsi teknologi mesin yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Dikutip dari Moladin, kehadiran varian bensin konvensional dan plug-in hybrid memberikan fleksibilitas bagi konsumen. Calon pembeli perlu memahami perbedaan mendasar kedua varian sebelum melakukan transaksi.

Sektor penggerak menjadi pembeda paling utama antara kedua model ini. Jetour T1 i-DM mengadopsi teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik ramah lingkungan.

Sistem pada varian i-DM memungkinkan kendaraan melaju menggunakan tenaga listrik murni, bensin, atau perpaduan keduanya. Sebaliknya, Jetour T1 ICE mengandalkan mesin pembakaran internal konvensional tanpa sokongan baterai besar.

Tampilan luar kedua kendaraan ini memiliki beberapa detail spesifik yang menjadi identitas masing-masing tipe. Detail tersebut meliputi desain grille depan, bentuk velg, serta emblem bodi.

Grille depan Jetour T1 i-DM dilengkapi dengan LED strip bernuansa futuristis. Sementara tipe ICE mengusung desain logo konvensional yang karakternya menyerupai Jetour T2. Varian i-DM juga dilengkapi port pengisian daya listrik dan emblem khusus.

Kabin dan Kelengkapan Fitur

Beralih ke bagian dalam kabin, Jetour T1 ICE menawarkan sensasi berkendara sporty berkat kehadiran paddle shift untuk perpindahan gigi. Karakter mengemudinya terasa familiar bagi pengguna mobil bensin konvensional.

Jetour T1 i-DM justru menonjolkan kemewahan melalui sejumlah fitur premium. Varian hybrid ini dibekali layar head unit yang lebih besar, panoramic sunroof, sistem elektrifikasi canggih, serta mode berkendara listrik murni.

Komparasi Performa Mesin

Jetour T1 i-DM menggendong mesin bensin 1.500 cc yang dikombinasikan dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) serta baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP). Mesin bensinnya memproduksi tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm.

Motor listrik pada varian PHEV ini mampu menyemburkan tenaga hingga 204 PS dan torsi maksimal 310 Nm. Jetour mengklaim daya jelajah total varian ini mencapai 1.200 km saat bensin dan baterai terisi penuh.

Bagi konsumen yang menyukai mesin konvensional, Jetour T1 ICE menyediakan mesin turbo TGDI berkapasitas 1.500 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga puncak 170 PS serta torsi maksimal sebesar 270 Nm.

Perbandingan Harga Resmi

Perbedaan teknologi yang disematkan berpengaruh langsung pada nominal harga jual kedua SUV ini di pasar Indonesia. Produsen turut menyediakan skema harga spesial bagi 500 pembeli pertama.

Daftar Harga Jetour T1 di Indonesia Tahun 2026
Varian Jetour T1Harga NormalHarga Spesial (500 Konsumen Pertama)
Jetour T1 ICERp408.000.000Rp388.000.000
Jetour T1 i-DM (PHEV)Rp588.000.000Rp538.000.000

Jetour T1 i-DM menjadi opsi tepat bagi konsumen yang memprioritaskan efisiensi bahan bakar dan fitur premium tinggi. Namun, Jetour T1 ICE menawarkan nilai kompetitif lewat harga terjangkau dan perawatan mesin turbo yang lebih familier.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: moladin.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow