Persebaya Surabaya Juarai Piala Presiden 2026 Usai Tekuk Persib
Persebaya Surabaya berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Persib Bandung lewat adu penalti 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Kamis, 6 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Bola.
Kemenangan Bajul Ijo ditentukan oleh aksi kiper Reza Arya yang menepis dua tendangan penalti pemain Persib, Uilliam Barros dan Hamra Hehanussa, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir.
Gelandang Persebaya asal Meksiko yang menyabet gelar pemain terbaik turnamen mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian kolektif tim.
"Saya senang sekali karena kami bisa memenangi Piala Presiden pertama kami. Saya juga menjadi pemain terbaik. Namun semua itu karena kerja keras seluruh pihak di Persebaya. Terima kasih," kata Rivera setelah naik podium.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini dipersembahkan secara khusus kepada para suporter setia Bajul Ijo.
"Terima kasih untuk dukungannya. Trofi Piala Presiden ini untuk Bonek dan Bonita," tegasnya.
Kiper Persebaya, Reza Arya, turut menyampaikan rasa syukur atas hasil manis yang diraih timnya dalam babak final ini.
"Alhamdulillah malam ini penantian panjang Persebaya untuk juara telah terwujud. Saya sangat berterima kasih kepada keluarga dan teman-teman, juga Bonek dan Bonita yang terus mendukung Persebaya," kata Reza.
Pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares, mengapresiasi dukungan suporter dan mengundang mereka untuk merayakan bersama di laga kandang mendatang.
"Kami akan ada pertandingan dan ada cara terbaik untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung," katanya.
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menilai turnamen edisi kedelapan ini telah berkembang menjadi ajang yang menjunjung tinggi nilai sportivitas dan transparansi.
"Bagi kami Piala Presiden bukan sekadar trofi, ini adalah nilai luhur yang harus kita pertahankan. Nilai sportivitas dalam setiap pertandingan, nilai tentang daya juang, nilai tentang keberlanjutan, konsistensi, kepedulian terhadap lingkungan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, dan keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan di setiap kota penyelenggara," ujar Maruarar.
Maruarar menekankan pentingnya tata kelola turnamen yang konsisten dan mandiri secara finansial.
"Kita tidak ada superman, yang ada superteam. Kekurangan menjadi tanggung jawab kami. Semoga Piala Presiden tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga harapan. Kita doakan, seperti harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto, Timnas Indonesia sampai di Piala Dunia dan nilai-nilai yang kita bangun ini menjadi milik rakyat Indonesia," tuturnya.
Direktur SCM, Harsiwi Achmad, menjelaskan faktor tingginya animo masyarakat hingga laga final mencatatkan rekor TVR 8,9 persen dan share 45,3 persen.
"Faktor pertama adalah pemilihan klub dengan basis suporter besar, kemudian pertandingan yang berlangsung dengan sangat menarik. Para peserta serius mungkin karena hadiahnya luar biasa," jelas Harsiwi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow