Rachmat Gobel Tegaskan Komitmen Membangun Gorontalo Lewat Visi 2051

Smallest Font
Largest Font

Pandangan mengenai politik sebagai ruang pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi dasar pergerakan Rachmat Gobel. Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Gorontalo periode 2025-2029.

Dilansir dari Ulanda, mantan Wakil Ketua DPR RI ini tidak lagi fokus pada target perolehan kursi atau strategi pemenangan pemilu. Ia memilih untuk kembali menggaungkan gagasan besar pembangunan jangka panjang melalui Visi Gorontalo 2051.

Penegasan mengenai tanggung jawab besar demi kepentingan masyarakat tersebut disampaikan dalam pelantikan pengurus di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, Rabu, 17 Juni 2026.

"Saya berkomitmen menjaga kepercayaan partai, menjaga harapan kader, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Gorontalo," kata Gobel.

Arah kepemimpinan struktur partai dalam lima tahun ke depan tidak hanya difokuskan pada penguatan internal organisasi. Kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan daerah menjadi prioritas utama yang harus diperbesar oleh jajaran pengurus.

Langkah terjun ke dunia politik diakui olehnya bukan merupakan rencana yang dipersiapkan sejak awal kehidupan kariernya. Mantan pengusaha ini mengaku awalnya sudah berada di zona nyaman sebelum sebuah pesan mengubah arah hidupnya.

Dorongan dari orang tua serta Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjadi pemicu utama bagi dirinya. Ia diminta mengabdikan seluruh ilmu, pengalaman bisnis, dan kapasitas personal untuk membangun tanah kelahirannya.

Tekad tersebut semakin kuat setelah ia melakukan kunjungan langsung ke berbagai wilayah pelosok di tingkat akar rumput daerah.

"Saya mengunjungi ratusan desa dari perbatasan Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Utara. Saya melihat langsung potret kemiskinan yang ada. Dari situlah tumbuh tekad untuk berjuang dan memberikan kontribusi nyata bagi Gorontalo," ujarnya.

Perjalanan menyusuri kawasan perdesaan terpencil menjadi titik balik yang menggeser orientasi hidupnya. Tantangan riil daerah seperti angka kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, dan kualitas sumber daya manusia langsung menjadi fokus perhatian.

Visi Gorontalo 2051 kemudian dirancang sebagai panduan pembangunan jangka panjang. Targetnya adalah mewujudkan daerah yang maju, mandiri, sejahtera, berdaya saing, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia saat berusia satu abad.

Gagasan besar ini dipastikan tidak akan berhenti sebagai slogan kampanye atau tumpukan dokumen konseptual di atas kertas.

"Visi Gorontalo 2051 bukan sekadar gagasan besar, tetapi harus diterjemahkan menjadi kerja-kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.

Keberlanjutan arah pembangunan ditekankan agar tidak terputus atau berubah arah setiap terjadi pergantian kepemimpinan daerah. Oleh karena itu, beberapa sektor strategis langsung ditetapkan menjadi prioritas kerja.

Pada sektor pariwisata, fokus pengembangan diarahkan pada kawasan Danau Perintis, revitalisasi Pentadio Resort, dan pembangunan Menara Pakaya. Selain itu, penguatan destinasi Torosiaje dan Botubarani serta pelaksanaan berbagai festival berkala ikut digenjot.

Sektor pariwisata dipilih karena memiliki efek domino yang luas bagi perekonomian lokal. Pergerakan destinasi wisata akan otomatis memicu pertumbuhan bisnis perhotelan, moda transportasi, industri kuliner, hingga pelaku usaha mikro.

Fokus Fondasi Pendidikan dan Kualitas SDM

Pembangunan infrastruktur fisik dinilai tidak akan berdampak besar tanpa adanya dukungan kualitas manusia yang mumpuni. Fondasi utama dari seluruh rancangan Visi Gorontalo 2051 diletakkan pada sektor pendidikan.

Prinsip pembangunan manusia sebelum infrastruktur diadopsi dari pengalaman hidup serta sistem pendidikan di Jepang.

"People before product. Membangun manusianya lebih dahulu sebelum menghasilkan produk yang berkualitas. Masa depan Gorontalo ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya," ujarnya.

Penerapan prinsip ini diwujudkan melalui perluasan jangkauan program beasiswa bagi generasi muda setempat. Akses pendidikan serta pelatihan berskala internasional juga akan dibuka secara lebar bagi putra-putri daerah.

Penguatan sistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri menjadi langkah strategis berikutnya. Langkah ini dibarengi dengan rintisan program pendidikan anak usia dini gratis yang mengacu pada standar internasional.

Investasi pada sektor manusia dipandang sebagai bentuk investasi terbaik yang harus dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah. Kualitas SDM menjadi kunci utama agar daerah mampu bersaing di era perubahan ekonomi dan teknologi yang berjalan cepat.

Penyediaan Hunian Layak dan Martabat Masyarakat

Sektor perumahan rakyat menjadi perhatian penting selain bidang pendidikan dan pariwisata. Tolok ukur keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya bersandar pada visualisasi jalan raya atau gedung perkantoran mewah.

Kebutuhan dasar warga negara terhadap tempat tinggal yang aman dan layak menjadi hak yang tidak boleh dikesampingkan dalam proses pembangunan fisik.

Program bantuan rumah swadaya serta rehabilitasi rumah tidak layak huni akan terus diperjuangkan secara konsisten. Skema hunian juga disiapkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kelompok lanjut usia, serta warga rentan.

"Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang martabat dan kualitas hidup masyarakat," tegas Gobel.

Rancangan masa depan dalam Visi Gorontalo 2051 diposisikan sebagai sebuah ajakan kolektif untuk melihat daerah dalam jangka panjang. Proses kemajuan wilayah membutuhkan investasi manusia yang konsisten serta keberanian merancang strategi sejak dini.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow