Reece James Sedih Marc Cucurella Pindah ke Real Madrid

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kapten Chelsea, Reece James, mengungkapkan kesedihannya setelah melihat bek kiri timnya, Marc Cucurella, memutuskan untuk hengkang ke Real Madrid. Seperti dikutip dari Bola, pemain asal Spanyol tersebut resmi meninggalkan Stamford Bridge setelah ditebus oleh Real Madrid dengan nilai transfer mencapai 55 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun, yang masih ditambah dengan bonus sebesar 5 juta euro. Kepindahan ini menyudahi kebersamaan Marc Cucurella bersama Chelsea yang telah terjalin selama empat musim, di mana dirinya sempat membantu tim memenangi Piala Dunia Antarklub dan Conference League.

"Ya, saya berbicara dengannya beberapa hari lalu," kata James.

"Dia jelas pemain yang luar biasa, salah satu bek kiri terbaik di dunia." "Begitulah sepak bola. Pemain datang dan pergi setiap beberapa bulan. Saya sangat sedih melihat dia pergi, tetapi saya mendoakan yang terbaik untuknya," imbuh James.

Wawancara tersebut dilakukan di markas Timnas Inggris di Kansas City di sela-sela gelaran Piala Dunia 2026. Kepergian Cucurella memunculkan tugas baru bagi manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso, yang harus memikirkan strategi terbaik untuk mengisi kekosongan di sektor bek kiri.

Chelsea sebenarnya memiliki beberapa nama potensial seperti Jorrel Hato yang kian berkembang, serta Valentin Barco yang akan segera merapat setelah dipinjamkan ke Strasbourg. Selain itu, terdapat nama pemain muda berusia 19 tahun, Geovany Quenda, yang direkrut dari Sporting CP dan dinilai sebagai salah satu prospek paling cerah dalam skuad saat ini. Terlepas dari siapa yang akan menggantikan posisi Cucurella, James merasa optimis bahwa Chelsea tengah mengawali sebuah era baru yang menjanjikan di bawah arahan Alonso.

Kesan Pertama Terhadap Sang Manajer

Xabi Alonso datang sebagai pelatih permanen keenam di era kepemilikan BlueCo untuk menggantikan posisi Liam Rosenior yang dipecat pada April lalu.

Meski belum sempat bertatap muka secara langsung, James mengaku sudah membangun komunikasi awal dengan pelatih berusia 44 tahun tersebut melalui telepon. "Semua orang yang saya ajak bicara mengenai dirinya mengatakan bahwa dia adalah manajer yang luar biasa, meskipun banyak orang mengenalnya karena karier bermainnya," ujar James. "Dia memiliki karier yang hebat dan saya tidak sabar untuk bekerja dengannya," ucapnya.

Bagi James yang kini berusia 26 tahun, dilatih oleh Alonso memberikan sensasi tersendiri mengingat ia tumbuh dengan menyaksikan mantan gelandang itu bermain untuk tim besar seperti Liverpool, Bayern Munchen, dan Real Madrid.

Situasi ini mengingatkannya pada momen ketika dirinya sempat dilatih oleh Frank Lampard saat ia masih menjadi pemain yang lebih muda di skuad utama. "Saya pernah mengalaminya saat masih lebih muda bersama Frank Lampard," kata James.

"Dia adalah salah satu idola saya ketika tumbuh besar. Lalu, ketika dia datang sebagai manajer, itu menjadi momen yang terasa tidak nyata," ungkapnya. "Seperti yang saya katakan, saya senang Xabi Alonso menjadi manajer kami dan saya sangat antusias," lanjut bek berusia 26 tahun itu.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed