Renovasi 10 Ribu Puskesmas Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan
Rencana pemerintah memperkuat fasilitas kesehatan dasar melalui renovasi 10 ribu Puskesmas menuai perhatian daerah. Program nasional ini dinilai menjadi tolok ukur keseriusan negara dalam membenahi layanan kesehatan dasar, seperti dilansir dari Ulanda.
Kebijakan yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan APBN 2027 tersebut menyasar 10.000 Puskesmas di 7.280 kecamatan. Pemerintah memproyeksikan alokasi anggaran sekitar Rp4 miliar untuk setiap unit fasilitas kesehatan.
Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bone Bolango, Zamroni Mile, menilai langkah ini menjawab masalah ketimpangan fasilitas medis di daerah. Menurutnya, Puskesmas memegang peranan paling vital sebagai garda terdepan pelayanan.
"Puskesmas adalah pintu pertama pelayanan kesehatan. Kalau pintu pertama ini rapuh, maka beban rumah sakit akan semakin berat. Karena itu, langkah pemerintah untuk melakukan renovasi secara besar-besaran patut diapresiasi," kata Zamroni.
Zamroni menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak boleh terpusat di kota-kota besar. Penanganan medis tingkat pertama berinteraksi langsung dengan kebutuhan harian masyarakat di wilayah pelosok.
"Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya bangunan baru, tetapi pelayanan yang cepat, tenaga kesehatan yang didukung fasilitas memadai, dan alat kesehatan yang mampu menunjang diagnosis serta penanganan pasien," ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai sangat relevan dengan wilayah Bone Bolango yang masih berjuang mengatasi keterbatasan akses kesehatan. Program revitalisasi ini diharapkan menyasar fasilitas medis yang paling membutuhkan pembenahan.
"Ini investasi jangka panjang. Ketika pelayanan kesehatan membaik, masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung. Angka penyakit bisa ditekan, pelayanan ibu dan anak bisa diperkuat, dan akses kesehatan menjadi lebih adil," katanya.
Program ini sejalan dengan agenda Pemerintah Kabupaten Bone Bolango di bawah kepemimpinan Bupati Ismet Mile. Sektor kesehatan yang menjadi prioritas daerah akan mendapatkan dorongan besar dari dukungan pemerintah pusat.
Selain perbaikan gedung Puskesmas, apresiasi juga diberikan atas perhatian Presiden Prabowo terhadap wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Langkah tersebut mencakup pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat hingga distribusi alat medis modern.
"Semangatnya jelas, negara harus hadir lebih dekat dengan rakyat. Modernisasi layanan kesehatan tidak boleh hanya dinikmati daerah perkotaan. Wilayah 3T juga harus mendapatkan standar pelayanan yang sama," ujarnya.
Meski demikian, keberhasilan proyek bernilai triliunan rupiah ini bergantung pada aspek pengawasan dan transparansi. Koordinasi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama efektivitas program.
"Kalau pusat dan daerah bergerak dalam arah yang sama, ini bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kesehatan masyarakat. Yang paling penting, rakyat harus benar-benar merasakan perubahan itu," kata Zamroni.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow