Sepak Bola Inggris Uji Aturan Baru Kurangi Tactical Timeout Penjaga Gawang
Sepak bola Inggris mulai menguji aturan baru yang mewajibkan tim bermain dengan 10 pemain selama satu menit ketika penjaga gawang mendapat perawatan medis di lapangan.
Aturan ini telah disepakati oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Premier League, English Football League (EFL), National League, dan Women's Super League, dengan izin dari International Football Association Board (IFAB) dan mulai diterapkan musim ini, seperti dilansir dari Bola.
Ketika wasit mempersilakan fisioterapis menangani penjaga gawang, pelatih diberi waktu 10 detik untuk menunjuk satu pemain yang harus keluar selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan. Jika tidak ada pemain yang ditunjuk, kapten tim otomatis keluar.
Aturan ini akan diuji coba pertama kali pada pertandingan putaran pendahuluan Carabao Cup antara Tranmere dan Rochdale.
Praktik tactical timeout melalui perawatan penjaga gawang sering dipakai untuk memutus ritme permainan lawan, terutama saat tim lawan sedang dominan. Contohnya, penjaga gawang duduk di lapangan dan meminta perawatan, sementara pelatih memberikan instruksi kepada pemain di area teknis.
Pelatih Leeds United, Daniel Farke, pernah menuduh kiper Manchester City berpura-pura cedera untuk menghentikan pertandingan demi keuntungan timnya.
Dalam rapat tahunan IFAB, Kepala Wasit IFAB, Pierluigi Collina, menyatakan upaya menghentikan praktik ini sebagai prioritas, tetapi sepak bola Inggris memilih pendekatan berbeda karena jeda minum tiga menit setiap babak masih memberi kesempatan pelatih menginstruksikan pemain.
Aturan baru ini mengikuti prinsip yang berlaku bagi pemain lapangan, yakni satu pemain harus keluar selama satu menit jika mendapat perawatan medis, guna mencegah pemanfaatan cedera penjaga gawang sebagai strategi pertandingan.
Mantan gelandang Liverpool dan pengamat Match of the Day, Danny Murphy, mendukung perubahan ini dan menyatakan, "Saya pikir aturan ini bisa diubah dengan sangat cepat. Jika seorang kiper terjatuh karena cedera, daripada dia yang harus keluar, satu pemain lapangan saja yang keluar sehingga semuanya menjadi adil."
"Perubahan kecil, tetapi bisa membawa dampak yang sangat besar," tambah Murphy.
Wasit tidak akan melarang pemain mendekati garis tepi saat penjaga gawang mendapat perawatan, tetapi ancaman kehilangan satu pemain selama satu menit diharapkan membuat tim berpikir ulang sebelum memanfaatkan situasi tersebut, khususnya pada menit akhir pertandingan saat mempertahankan keunggulan.
Aturan ini tidak berlaku jika penjaga gawang tidak membutuhkan perawatan medis atau cedera serius seperti pendarahan, gegar otak, atau harus diganti segera. Proses pergantian pemain juga tidak akan ditunda jika penjaga gawang digantikan langsung.
Muncul kekhawatiran aturan ini bisa membuat pemain memilih tetap bermain meski cedera agar tim tidak kehilangan satu pemain, namun IFAB akan evaluasi aturan sepanjang musim dan mempertimbangkan penerapan permanen mulai musim 2027/2028.
Selain itu, IFAB membahas aturan mistaken identity yang diuji di Piala Dunia 2026 dalam memberikan kartu kuning pada dua pemain akibat simulasi, dan aturan tersebut akan dievaluasi lebih lanjut sebelum digunakan kembali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow