Spanyol Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Belgia
Mimpi Belgia untuk kembali menembus babak empat besar Piala Dunia harus kandas secara tragis. Tim berjuluk Setan Merah tersebut dipaksa menyudahi langkah mereka setelah menelan kekalahan 1-2 dari Spanyol. Pertandingan perempat final yang berlangsung penuh tensi tinggi ini diselenggarakan pada Sabtu dini hari WIB, seperti dilansir dari Ulanda.
Hasil positif ini membawa Spanyol mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026. Kemenangan La Furia Roja sekaligus membuka kembali duel klasik melawan Prancis di fase berikutnya. Pertemuan dua kekuatan besar Eropa ini menjadi ulangan laga yang selalu menyajikan intensitas tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah Spanyol untuk meraih kemenangan tidak didapatkan dengan mudah. Pelatih Luis de la Fuente secara mengejutkan menyimpan Pedri di bangku cadangan sejak menit awal pertandingan.
Meski keputusan tersebut memicu tanda tanya, Spanyol tetap mampu mendominasi penguasaan bola sejak peluit pertama berbunyi. Skuad Matador langsung mengambil inisiatif untuk melancarkan serangan ke lini pertahanan lawan. Di sisi lain, Belgia memilih strategi bertahan rapat dengan blok rendah. Mereka membiarkan lawan menguasai bola sambil mengincar kesempatan untuk melakukan serangan balik cepat.
Taktik bertahan yang diterapkan Belgia sempat membuat lini depan Spanyol kesulitan. Mereka tampak frustrasi karena minimnya ruang terbuka di dalam kotak penalti. Ancaman serius pertama dari Spanyol baru tercipta pada menit ke-21. Lamine Yamal melepaskan tembakan melengkung dari sisi kanan yang masih melintas tipis di sebelah gawang Thibaut Courtois.
Gempuran bertubi-tubi Spanyol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30. Berawal dari bola tendangan Dani Olmo yang ditepis oleh Thibaut Courtois, bola muntah langsung disambar oleh Fabian Ruiz. Gelandang asal klub Paris Saint-Germain tersebut melepaskan sepakan keras yang menggetarkan jala gawang Belgia.
Gol ini mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Spanyol. Keunggulan satu gol membuat pemain Spanyol semakin percaya diri dalam membangun serangan. Thibaut Courtois dipaksa melakukan penyelamatan gemilang saat menepis eksekusi tembakan bebas Lamine Yamal.
Menjelang babak pertama berakhir, Lamine Yamal kembali mendapatkan peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Namun, penyelesaian akhir dari pemain muda tersebut masih belum tepat sasaran.
Saat Spanyol sedang asyik mengendalikan permainan, Belgia justru berhasil memanfaatkan kelengahan pertahanan lawan. Skuad Setan Merah menyamakan kedudukan empat menit sebelum turun minum. Timothy Castagne mengirimkan umpan silang akurat menuju jantung pertahanan Spanyol.
Charles De Ketelaere yang berdiri tanpa kawalan ketat sukses menyundul bola ke dalam gawang tanpa bisa dijangkau Unai Simon. Gol penyeimbang tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1 hingga waktu jeda. Torehan ini sekaligus menjadi gol pertama yang bersarang ke gawang Unai Simon sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan tidak banyak mengalami perubahan. Skuad La Furia Roja tetap memegang kendali permainan melalui penguasaan bola yang dominan.
Belgia tetap konsisten dengan strategi bertahan total sembari menanti momentum transisi positif. Lamine Yamal kembali menjadi motor serangan utama yang merepotkan barisan pertahanan Setan Merah. Pemain berusia 19 tahun itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-61. Akan tetapi, Thibaut Courtois tampil sigap untuk mementahkan peluang berbahaya tersebut.
Nasib buruk kemudian menimpa kubu Belgia lima menit pasca-penyelamatan tersebut. Thibaut Courtois mengalami masalah pada bagian kakinya dan tidak dapat melanjutkan laga. Penjaga gawang Real Madrid itu akhirnya digantikan oleh Senne Lammens pada menit ke-71. Momen pergantian kiper utama ini menjadi titik balik krusial bagi jalannya sisa laga.
Keputusan Strategis Luis de la Fuente Menentukan Kemenangan
Melihat situasi darurat di kubu lawan, Luis de la Fuente bergerak cepat dengan memasukkan Nico Williams dan Mikel Merino. Langkah ini bertujuan untuk menambah kecepatan serta variasi serangan di lini tengah. Strategi pergantian pemain tersebut terbukti sangat efektif dalam mengubah ritme permainan.
Intensitas serangan Spanyol meningkat tajam pada 15 menit terakhir pertandingan. Pertahanan Belgia semakin terkurung di area penalti sendiri akibat tekanan yang terus datang. Puncak dari determinasi serangan Spanyol membuahkan hasil manis tiga menit sebelum waktu normal usai.
Tepat pada menit ke-87, bek muda Pau Cubarsi melepaskan sepakan keras yang masih bisa dibendung oleh Senne Lammens. Bola liar kemudian mengarah tepat ke posisi Mikel Merino yang berdiri bebas.
Tanpa kesulitan, Mikel Merino langsung menyambar bola liar tersebut ke dalam gawang Belgia. Gol ini mengubah kedudukan menjadi 2-1 yang disambut gembira oleh seluruh tim Spanyol. Belgia mencoba tampil menyerang di sisa waktu yang tersedia demi menyamakan kedudukan.
Namun, barisan pertahanan Spanyol tampil sangat disiplin menjaga area mereka hingga laga usai. Keputusan berani Luis de la Fuente dalam melakukan pergantian pemain dinilai menjadi faktor penentu kemenangan. Masuknya Nico Williams dan Mikel Merino sukses memecah kebuntuan tim.
Sementara bagi Belgia, hasil ini menjadi kenyataan pahit bagi generasi yang diperkuat Romelu Lukaku. Skuad berpengalaman tersebut kembali gagal melangkah lebih jauh di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Kemenangan ini membawa Spanyol bersiap menghadapi Prancis dalam laga perebutan tiket menuju babak final Piala Dunia 2026. Pertandingan semifinal tersebut diprediksi akan menjadi salah satu laga paling bergengsi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow