Thierry Henry Pertanyakan Penunjukan Gabriel Magalhaes sebagai Penendang Penalti Arsenal

Smallest Font
Largest Font

Legenda Arsenal Thierry Henry mempertanyakan keputusan klub menunjuk bek Gabriel Magalhaes sebagai eksekutor penalti kelima setelah Arsenal kalah adu penalti 3-4 (1-1) dari Paris Saint-Germain (PSG) pada laga final Liga Champions di Budapest, Sabtu (30-5-2026). Kekalahan dalam drama adu penalti tersebut terjadi setelah kedua tim bermain imbang sepanjang waktu normal dan babak perpanjangan waktu, sebagaimana dilansir dari Bola. Arsenal sebenarnya sempat membuka harapan lewat aksi kiper David Raya yang memblok tendangan Nuno Mendes, namun momentum itu gagal dimanfaatkan setelah Eberechi Eze lebih dulu gagal mencetak gol dari titik putih.

Kegagalan penalti Gabriel Magalhaes menjadi penentu kekalahan karena bola sepakannya melambung di atas mistar gawang, padahal sang bek dinilai tampil solid dalam meredam agresivitas serangan PSG sepanjang pertandingan.

Thierry Henry memberikan apresiasi atas keberanian Gabriel meskipun dirinya mengaku bingung dengan urutan penendang yang ditentukan oleh tim pelatih Arsenal. "Saya selalu mengatakan bahwa siapa pun yang maju mengambil penalti akan selalu mendapat respek dari saya," kata Henry kepada CBS Sports.

Mantan penyerang Arsenal tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak mengerti alasan mendasar di balik pemilihan posisi Gabriel dalam momen krusial tersebut. "Saya tidak tahu mengapa dia yang mengambil penalti. Saya tidak tahu bagaimana dia bisa menjadi penendang kelima, tetapi dia maju," lanjut Henry.

Henry juga memuji performa keseluruhan bek asal Brasil tersebut yang dinilainya luar biasa di sepanjang musim serta tidak bersembunyi dari tanggung jawab besar. "Cara dia bermain sepanjang musim dan malam ini sungguh luar biasa. Namun, dia gagal mencetak gol.

Meski begitu, dia tidak bersembunyi," imbuh Henry. Sementara itu, mantan kapten Liverpool Steven Gerrard turut memberikan sorotan tajam pada kegagalan eksekusi penalti yang dilakukan oleh Eberechi Eze sebelum momen Gabriel.

Gerrard mengkritik teknik ancang-ancang Eze yang memperlambat langkah kaki sebelum menendang bola karena tindakan tersebut dinilai justru menambah beban mental pemain.

"Penalti saja sudah cukup sulit," ujar Gerrard kepada TNT Sports. Menurutnya, atmosfer stadion yang masif dalam pertandingan sebesar final Liga Champions sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi bagi setiap pemain. "Pikirkan besarnya pertandingan ini, stadionnya, atmosfernya. Situasinya sudah cukup sulit tanpa semua hal seperti itu," tutur Gerrard.

Gerrard kemudian menyarankan agar para pemain fokus pada teknik dasar tendangan yang kuat dalam situasi adu penalti.

"Tendang saja bolanya dengan tegas dan percayalah pada teknik yang Anda miliki," ucap Gerrard.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow