Tim Panjat Tebing Indonesia Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Tim nasional panjat tebing Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas dan dua medali perak pada ajang Asian Beach Games 2026 yang berlangsung di Sanya, China. Prestasi tertinggi berupa medali emas dipersembahkan oleh pasangan Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih dari nomor speed relay putri pada Rabu malam, 28 April 2026 waktu Indonesia, seperti dilansir dari Bola.
Keberhasilan kontingen Merah Putih dalam mengamankan medali emas tersebut dipastikan setelah Desak Rita dan Kadek Adi Asih mencatatkan waktu 13,76 detik pada babak final yang digelar di Tianya Haijiao Venue Cluster. Pasangan Indonesia ini finis unggul cukup jauh dari wakil Korea Selatan, Jeong Jimin dan Sung Hanareum, yang membukukan catatan waktu 16,50 detik setelah Jeong Jimin sempat terpeleset di lintasan pertama.
Pencapaian luar biasa justru terjadi pada babak semifinal ketika pasangan Indonesia harus menghadapi wakil tuan rumah China, Zhou Yafei dan Deng Lijuan. Desak Rita dan Kadek Adi Asih memecahkan rekor dunia baru di nomor speed relay putri setelah mencatatkan waktu 13,174 detik, unggul tipis 0,004 detik dari pasangan China yang mencatat 13,178 detik. Rekor dunia sebelumnya dipegang oleh Zhou Yafei dan Deng Lijuan dengan catatan waktu 13,28 detik yang dicetak pada ajang World Games di Chengdu pada Agustus 2025.
Seusai memastikan raihan medali emas dan pemecahan rekor dunia bagi Indonesia, atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
"Astungkara, terima kasih atas doa dan dukungannya dari masyarakat Indonesia," beber Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet panjat tebing Indonesia.
Atlet yang juga memegang rekor Asia di nomor speed relay putri dengan catatan waktu 6,07 detik itu menambahkan bahwa keberhasilan ini melewati proses yang panjang.
"Kami tidak mendapatkan hasil ini secara instan. Banyak evaluasi dan perbaikan teknik yang kami lakukan secara detail," tambah Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Sementara itu, rekan duetnya, Kadek Adi Asih, menyoroti dampak positif dari kehadiran pelatih baru di Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, yang dinilai membawa metode latihan yang lebih variatif.
"Program latihan sangat membantu, terutama teknik dan sprint yang meningkatkan performa kami," kata Kadek Adi Asih, atlet panjat tebing Indonesia asal Kabupaten Buleleng.
Selain medali emas dari sektor putri, Indonesia juga mengamankan dua medali perak yang diraih dari nomor speed relay putra melalui pasangan Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby Al Hilmi, serta dari nomor speed putra melalui aksi individu Antasyafi Robby. Melalui raihan total satu emas dan dua perak ini, Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia kini mulai memantapkan persiapan menuju ajang World Climbing Series 2026 yang dijadwalkan bakal dimulai di Wujiang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow