Timnas Indonesia Mematangkan Strategi Jelang Laga FIFA Matchday Kontra Oman
Pelatih John Herdman terus mematangkan persiapan dan strategi permainan Skuad Garuda jelang dua pertandingan uji coba internasional dalam agenda FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni ini.
Dilansir dari Bola, Timnas Indonesia akan menjamu tantangan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (5-6-2026), sebelum menghadapi Mozambik empat hari kemudian.
Laga ini menjadi tantangan besar mengingat Oman berada di peringkat ke-79 FIFA dan Mozambik menempati posisi ke-101, sementara Indonesia saat ini masih berjuang di peringkat ke-122 dunia.
Kendati posisi tim tamu lebih unggul, hasil kemenangan atau minimal imbang dalam dua pertandingan ini dipastikan akan mendongkrak perolehan poin dan memperbaiki posisi Indonesia di ranking FIFA.
Agenda ini menjadi momentum besar kedua bagi John Herdman setelah resmi ditunjuk menukangi Timnas Indonesia pada Januari 2026, menyusul capaian runner-up di ajang FIFA Series Maret lalu.
Pengamat sepak bola Tommy Welly menilai pilihan lawan yang dihadapi kali ini sangat realistis untuk menguji kemampuan sekaligus memenuhi target pencapaian poin Skuad Garuda.
"Satu, pilihan lawan realistis. Lawan yang akan menguji, tapi juga bisa membuat pencapaian tujuan timnas tercapai. Misalnya, perolehan poin untuk FIFA ranking. Yang kedua, di Juni ini kan orientasi tim-tim besarnya mayoritas Piala Dunia," kata Tommy Welly.
Sosok yang akrab disapa Towel ini menambahkan bahwa ketersediaan lawan dan status sebagai tuan rumah memberikan keuntungan tersendiri dari sisi finansial bagi agenda tim nasional ke depan.
"Jadi, ini menurut saya, lawan available. Oman di ranking 79, Mozambik 101. Jadi, kalau head to head dapat draw dapat menang, poin kita nambah. Yang kedua, ya pasti main di kandang ya ada potensi ekonomi untuk modal menghadapi agenda-agenda berikutnya," kata Tommy Welly.
Towel menjadikan fleksibilitas taktik dan gaya permainan dominan Herdman selama FIFA Series sebagai tolok ukur kepositifan, termasuk keberanian sang pelatih mengatasi absennya penyerang murni.
"Menurut saya, menjanjikan ya. Yang terlihat dari John Herdman lebih positif, lebih berusaha dominan menguasai permainan. Satu yang menarik, dia bukan mengingkari bahwa kita kekurangan striker nomor 9. Dia mengakui itu," kata Tommy Welly.
Towel mendukung langkah strategis Herdman yang tidak bertumpu pada satu target penyerang melainkan mendorong seluruh pemain di lini lain untuk berani mencetak gol.
"Cuma, rupanya dia punya pemikiran lain ,yang menurut saya, sepakatlah bahwa kita harus bikin pemain lain semua berani bikin gol, tidak bertumpu kepada nomor 9. Atau bahasa teknisnya, itulah tugas seorang pelatih. Ketika nomor yang ideal enggak dapat nyetak gol, dia harus bikin yang lainnya (bikin gol)," kata Tommy Welly.
Menurut Towel, eksperimen taktik di lini tengah dan pergeseran posisi pemain bertahan seperti Rizki Ridho menunjukkan fleksibilitas strategi yang berjalan baik di lapangan.
"Kan biasanya, kalau nomor 9-nya enggak enggak produktif, pelatih kadang bikin gelandangnya lebih bagus. Kasih bola-bola yang lebih enak buat striker. Bola-bola yang di area penalti yang lebih ini itu.
Jadi, kadang gelandangnya yang digenjot." GenericName
Fleksibilitas formasi yang ditunjukkan oleh pelatih asal Inggris tersebut dinilai memberikan warna baru yang positif bagi permainan tim.
"Fleksibilitasnya kan enak juga kelihatan. Pertama, saya pikir mau main tiga, tapi ternyata empat. Rizki Ridho agak ke kanan. Fleksibilitasnya enak, saya lihat," kata Tommy Welly.
Mengenai perbandingan dengan pelatih terdahulu, Towel menegaskan fokus utamanya berada pada kegembiraan dan sukacita yang dihadirkan oleh permainan sepak bola itu sendiri.
"Fokus saya pada firewell-nya. Jadi, poinnya, sepak bola pada akhirnya itu. Memberikan sukacita pada banyak orang. Terlepas dari hasil ya. 'Terima kasih kamu memberikan sepak bola yang akhirnya kami lihat banyak kegembiraan,'" kata Tommy Welly.
Bagi Towel, esensi sepak bola melampaui sekadar catatan menang dan kalah karena permainan yang disajikan harus mampu memuaskan para pencinta olahraga ini.
"Filosofi ya, bukan sepak bola yang menang kalah. Yang membuat kita jadi manusia, sebagai pencinta bola tuh rasanya dapat vitamin, dapat makanan enak," kata Tommy Welly.
Towel melihat Indonesia memiliki peluang menang yang cukup terbuka mengingat kekuatan Oman saat ini relatif seimbang karena sama-sama tersingkir di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Menurut saya, ada peluang itu. Sebetulnya kan posisi kemarin di Kualifikasi Piala Dunia 2026 sama ya, round 4. Sama-sama tersingkir juga.
Qatar, Uni Emirat Arab, Oman. Dia terakhir. Pergantian pelatihnya juga sering.
Kalau kemarin kan Carlos Queiroz," kata Tommy Welly.
Statistik pertandingan terakhir Oman yang kerap mengalami pergantian pelatih menjadi landasan prediksi presentase keunggulan laga yang akan menguji taktik Herdman tanpa kehadiran Jay Idzes yang cedera.
"Kita bisalah 60/40 55/45 presentasinya. Artinya, saya mau bilang, positioning kemarin di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, kita pun sama di putaran keempat. Kedua, kalau misalnya melihat skor terakhir kalah sama Arab Saudi 1-2, sama Qatar draw.
Dia kalah sama Uni Emirat Arab saja kemarin, 1-2. Jadi, nanti game yang ramai, game yang akan menguji John Herdman, dan tanpa Jay Idzes karena cedera," kata Tommy Welly.
Sementara untuk menghadapi Mozambik, Towel menilai Skuad Garuda di atas kertas seharusnya mampu mengamankan poin penuh karena keterbatasan materi pemain bintang di tim lawan.
"Melawan Mozambik juga harusnya bisa menang. Ada beberapa pemain mereka yang main di Eropa, tapi sedikit. Ada yang main di Sunderland, tapi enggak menonjol," kata Tommy Welly.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow