UEFA Batal Boikot Kompetisi FIFAUsai Rencana Investor Swasta Ditarik

Smallest Font
Largest Font

Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi menarik ancaman boikot terhadap seluruh kompetisi di bawah naungan FIFA setelah mendapat jaminan bahwa rencana penjualan hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta tidak akan dilanjutkan, Rabu (26/8/2026). Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan federasi anggota UEFA di Monaco menjelang pengundian grup Liga Champions, sebagaimana dilansir dari Bola. Langkah ini memulihkan kepastian keikutsertaan enam tim asal Eropa pada ajang Piala Dunia Wanita U-20 FIFA di Polandia.

Prancis dan Spanyol telah mengumumkan daftar skuad resmi mereka sejak pekan lalu. Selain kedua negara tersebut, Inggris, Italia, Portugal, dan tuan rumah Polandia dipastikan tampil bersaing dengan tim dunia lain seperti Amerika Serikat, Brasil, serta Argentina.

Pihak FIFA secara terbuka menyambut positif keputusan UEFA tersebut. Federasi sepak bola dunia ini menegaskan keyakinannya bahwa olahraga sepak bola memiliki kemampuan besar untuk menyatukan berbagai pihak di tengah dinamika perselisihan.

Ketegangan antarfederasi ini dipicu oleh usulan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membentuk anak perusahaan bernilai 20 miliar dolar AS guna mengelola hak komersial FIFA. Rencana tersebut mencakup pelepasan 20 persen saham kepada konsorsium swasta yang dipimpin dana investasi asal New York bentukan Joshua Kushner. Gelombang penolakan keras dari UEFA yang didukung Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Concacaf membuat Infantino membatalkan proposal tersebut dalam waktu empat hari. UEFA lantas meminta jaminan tertulis agar entitas komersial bernilai fantastis itu tidak dihidupkan kembali.

Dampak perselisihan ini sempat memengaruhi peta politik sepak bola menjelang pemilihan Presiden FIFA di Rabat, Maroko, pada Maret 2027. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Federasi Sepak Bola Rumania (FRF) bahkan sempat menarik dukungan mereka terhadap pencalonan kembali Infantino. Pihak FIGC menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama UEFA demi mendorong tata kelola sepak bola berbasis meritokrasi dan keterlibatan fans. Sementara itu, FRF menilai FIFA memerlukan kepemimpinan baru yang mampu membangun konsensus serta membangkitkan kepercayaan seluruh elemen sepak bola global.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow