UEFA Sanksi 14 Klub Eropa Akibat Pelanggaran Keberlanjutan Finansial
Sebanyak 14 klub yang berlaga di kompetisi Eropa musim 2025/2026 dijatuhi sanksi oleh UEFA setelah terbukti melanggar aturan keberlanjutan finansial pada Selasa waktu setempat. Hukuman tersebut diumumkan secara resmi setelah First Chamber of UEFA Club Financial Control Body menyelesaikan penilaian menyeluruh terhadap para peserta kompetisi, sebagaimana dilansir dari Bola yang mengutip laporan Reuters. Pelanggaran yang ditemukan oleh otoritas sepak bola Eropa tersebut mencakup regulasi keuntungan sepak bola (football earnings rule), aturan biaya skuad (squad cost rule), hingga ketentuan pelaporan keuangan.
Juventus, Newcastle United, OGC Nice, Santa Clara, FC Astana, dan FK Partizan dinyatakan gagal memenuhi regulasi keuntungan sepak bola yang mengharuskan klub menjaga batas akumulasi kerugian selama periode pemantauan tiga tahun.
Atas pelanggaran tersebut, Juventus dikenai denda sebesar 20 juta euro dengan 14 juta euro di antaranya bersifat bersyarat, sementara Newcastle United dijatuhi denda 10 juta euro termasuk 7 juta euro yang ditangguhkan. Selain sanksi finansial, Juventus dan Newcastle juga mendapatkan pembatasan dalam pendaftaran pemain baru ke List A untuk kompetisi UEFA, serta ancaman sanksi tambahan jika gagal memenuhi target kepatuhan hingga akhir musim 2028/2029.
Sementara itu, OGC Nice didenda 2 juta euro dan Santa Clara didenda 1 juta euro karena pelanggaran yang dinilai bersifat sementara, sedangkan FC Astana dan FK Partizan masing-masing dikenai denda 100 ribu euro dan 200 ribu euro untuk pelanggaran ringan. Sembilan klub juga menerima sanksi akibat melanggar aturan biaya skuad yang membatasi pengeluaran gaji, transfer, dan komisi agen maksimal 70 persen dari pendapatan klub pada tahun kalender 2025.
Klub-klub yang melanggar batasan tersebut meliputi Aston Villa, Chelsea, Newcastle United, Nottingham Forest, OGC Nice, RC Strasbourg, AEK Athens, Fiorentina, dan Fenerbahce. RC Strasbourg menerima denda terbesar dalam kategori biaya skuad yakni 25 juta euro, diikuti Aston Villa dengan denda 22,5 juta euro, di mana kedua klub juga dilarang mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi musim 2026/2027 akibat pelanggaran yang signifikan. UEFA juga memberikan denda kepada Fenerbahce sebesar 7 juta euro, Fiorentina 6 juta euro, Chelsea dan Newcastle masing-masing 3 juta euro, Nottingham Forest 2,5 juta euro, AEK Athens 500 ribu euro, serta OGC Nice 450 ribu euro.
Bologna dan Napoli terhindar dari denda meskipun mencatat rasio biaya skuad di atas 70 persen karena penyimpangan tersebut berhasil diimbangi oleh surplus keuntungan sepak bola mereka.
Di sisi lain, klub asal Makedonia Utara, FK Vardar Skopje, dijatuhi denda sebesar 250 ribu euro akibat menyerahkan informasi keuangan yang tidak lengkap dan terancam dikeluarkan dari kompetisi UEFA jika mengulangi kesalahan serupa dalam tiga musim ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow