UPH dan Binus Amankan Tiket Final Campus League 2026 Regional Jakarta
Babak puncak Campus League 2026 Basketball Regional Jakarta siap menyajikan duel sengit. Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Bina Nusantara (Binus) sukses menembus babak final, baik untuk sektor putra maupun putri.
Pertandingan penentu juara tersebut akan diselenggarakan di Basketball Court UPH, Tangerang, pada Minggu (31/5/2026), seperti dikutip dari Bola.
Kedua tim mengamankan tempat di partai final setelah menumbangkan lawan masing-masing dalam laga semifinal yang digelar di lokasi yang sama pada Sabtu (30/5/2026).
Pada kompetisi sektor putri, tim tuan rumah UPH mengunci kemenangan dengan skor 51-37 saat menghadapi Institut Perbanas. Jennifer Chioma Igbojike, center andalan putri UPH, tampil gemilang dengan mengemas 15 poin.
"Kami punya rasa percaya diri, kami bisa dan kami yang bisas menang. Jadi kami bakal terus fokus. Ada tekanan sebagai tim tuan rumah, tapi itu bagus untuk memotivasi. Saya rasa yang membuat saya senang dalam pertandignan ini adalah menerima tekanan itu sebagai sesuatu yang positif," ujar Jennifer.
Kemenangan tersebut membawa putri UPH menantang tim putri Binus di laga puncak, setelah Binus menundukkan Universitas Budi Luhur Jakarta dengan skor 55-41. Menatap laga final, Fajar Kusumasari selaku pelatih putri UPH memprioritaskan pemulihan kondisi fisik skuadnya.
"Persiapan kami sudah cukup untuk menghadapi siapa pun yang akan ada di final. Jadi fokus recovery, besok just play good basketball. Regional Jakarta ini saya rasa semua tim kuat dan punya potensi untuk saling mengalahkan. Tidak mudah, tapi kami tetap optimistis, kami akan melakukan yang terbaik dan kejar juara," ujar Coach Fajar.
Keberhasilan menembus final regional Jakarta juga otomatis memberikan tiket Campus League 2026 Nasional bagi putri UPH dan Binus. Mereka akan bersaing dengan enam tim putri lain dari regional Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.
Dominasi kedua kampus berlanjut ke sektor putra, di mana Binus lebih dulu memesan tempat di final setelah mengandaskan tim Perbanas dengan skor 68-56. Kedisiplinan lini pertahanan serta serangan yang agresif menjadi kunci keunggulan Binus.
"Kemenangan kami karena disiplin untuk defense. Kami juga agresif, akhirnya kami pelan-pelan menemukan ritme dan bisa menjauh," ujar pelatih tim putra Binus, Jap Ricky Lesmana.
"Jadi buat ke depan, kami harus mempersiapkan hal yang sama, karena secara skill, kami perlu melatih terus. Itu sudah wajib buat kami," lanjutnya.
Lawan Binus di final putra adalah tim UPH yang melaju setelah mengalahkan Trisakti dengan skor meyakinkan 74-55. Sama seperti sektor putri, kedua tim putra ini juga berhak tampil di tingkat nasional.
Satu Slot Tersisa Menuju Putaran Nasional
Meskipun jatah finalis sudah terisi, regional Jakarta masih menyisakan satu tiket nasional untuk sektor putra yang akan diperebutkan lewat laga peringkat ketiga antara Perbanas dan Trisakti pada Minggu (31/5/2026).
"Format awal yang kami rancang adalah meloloskan dua tim terbaik dari masing-masing regional ke babak nasional. Namun, dinamika di lapangan terjadi saat kompetisi berjalan," ujar Head of Competition and Talent Development Campus League, Dave Leopold.
"Ketika di Samarinda, kami hanya dapat Pediatric empat peserta tim putra, jadi tidak adil dan tidak kompetitif kalau kami meloloskan dua tim ke tingkat nasional."
"Melalui penyesuaian itu, total jatah tim putra tetap 10 dengan pembagian Jakarta sebagai tuan rumah mengirimkan tiga wakil. Mekanismenya ditentukan melalui pertandingan perebutan tempat ketiga, di mana pemenang akan resmi ikut juara dan runner-up dari regional Jakarta," lanjutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow