Adrian Dalmau Mengaku Makin Nyaman Membela PSIM Yogyakarta

Smallest Font
Largest Font

Penyerang asal Spanyol Adrian Dalmau mengaku proses adaptasinya berjalan lancar setelah hampir satu bulan bergabung dengan klub PSIM Yogyakarta, seperti dilansir dari Bola. Kehadiran rekan satu tim serta staf pelatih mempermudah dirinya menyesuaikan diri dengan iklim sepak bola Indonesia.

Proses adaptasi striker baru Laskar Mataram ini terbantu oleh sambutan hangat dari seluruh elemen tim. Meski harus berhadapan dengan perbedaan cuaca dan kelembapan udara yang drastis dibanding Eropa, ia menilai iklim internal tim sangat mendukung.

"Saya senang bisa berada di Yogyakarta dan bersama tim PSIM. Adaptasinya berjalan dengan baik. Saya sangat senang karena semuanya berjalan lancar dan cepat," ujar Dalmau.

Kehadiran sejumlah pemain internasional serta keramahan para pemain lokal membuat atmosfer ruang ganti terasa ideal bagi penyerang berusia 32 tahun tersebut.

"Ada banyak hal berbeda dari yang saya rasakan di Eropa. Saya harus beradaptasi dengan cuaca, kelembapan, dan panas tapi semua baik-baik saja. Kami memiliki tim bagus, rekan-rekan yang baik sehingga mudah bagi pemain baru untuk beradaptasi," kata Dalmau.

Keberadaan pemain asing dan pilar lokal dinilainya menciptakan lingkungan yang lebih baik dari perkiraan awalnya saat memutuskan pindah ke Asia.

"Banyak pemain internasional, pemain-pemain Indonesia yang ramah, teman satu tim yang baik bagi saya. Bagi saya semuanya terlihat sangat mudah dan bagus untuk beradaptasi, lebih baik dari yang saya bayangkan sebelumnya," lanjut Dalmau.

Persaingan di lini depan bersama Nermin Haljeta dan Mauro Caballero tidak dianggap sebagai beban. Mantan penggawa RCD Mallorca itu memandang persaingan internal bertujuan memacu kualitas komputasi tim secara keseluruhan.

"Ini bukan hanya tentang bersaing, tetapi tentang membuat tim menjadi lebih kompetitif. Target saya adalah menunjukkan pemain seperti apa saya dan mencoba membuat perbedaan dalam pertandingan dengan mencetak gol," kata Dalmau.

Mantan pemain akademi Real Madrid ini menilai gaya permainan ofensif serta kombinasi antar-pemain yang diusung tim sangat pas dengan karakteristik penyerang kotak penalti yang dimilikinya.

"Saya tipe striker yang menyukai gaya bermain menyerang dan kombinasi, seperti yang ingin kami terapkan. Saya bisa memainkan permainan seperti itu," ucap Dalmau.

Penyerang yang sempat membela FC Utrecht dan Sparta Rotterdam tersebut menegaskan keunggulannya terletak pada efektivitas eksekusi di dalam kotak penalti lawan.

"Kualitas terbaik saya adalah bermain di dalam kotak penalti untuk mencetak gol melalui sentuhan atau tembakan. Kebanyakan gol dalam karier saya dicetak dengan satu sentuhan di dalam kotak penalti," imbuh Dalmau.

Keputusan Dalmau berkarier di Indonesia juga didorong oleh kehadiran sosok pelatih Jean-Paul van Gastel yang sudah ia kenal sejak bermain di kompetisi Eredivisie Belanda.

"Saya memang berkeinginan mencoba pengalaman baru di luar Eropa, mencoba di Asia. Indonesia adalah negara yang sangat ingin saya coba dan mendapatkan pengalaman di sini," ungkap Dalmau.

Faktor relasi dan pemahaman taktik pelatih menjadi pertimbangan utama baginya dalam menerima pinangan klub asal Kota Gudeg tersebut.

"Kami sempat melakukan pertemuan sebelumnya dan berbicara dengan baik. Itu menjadi sesuatu yang membuat perbedaan dalam mengambil keputusan karena dia mengenal saya dari periode saya di Eredivisie," jelas Dalmau.

Ia pun optimistis skema latihan dan gaya bermain yang diterapkan tim pelatih akan mempermudah kinerjanya di lapangan.

"Saya yakin latihan dan gaya bermainnya akan mirip dengan di sana. Bagi saya, itu membuat saya lebih mudah beradaptasi dengan gaya bermain saya," tutur Dalmau.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow