PSIM Yogyakarta Apresiasi Pembenahan Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Manajemen PSIM Yogyakarta memberikan respon positif terhadap berbagai pembenahan teknis dan nonteknis yang diterapkan operator I.League pada kompetisi Super League musim ini. Dilansir dari Bola pada Minggu (23/8/2026), evaluasi mendalam langsung dilakukan klub guna menyongsong musim kedua di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Manajer PSIM, Iksan Mahar, menyampaikan bahwa pengalaman berlaga di kasta tertinggi menjadi pelajaran penting bagi Laskar Mataram.

Pembenahan infrastruktur hingga pemenuhan standar lisensi klub terus digenjot agar mampu bersaing secara profesional. "Dalam menjalani musim kedua di Super League kali ini tentu PSIM juga sudah merasakan beberapa inovasi dan upaya improvement dari I.League, baik secara teknis maupun nonteknis," ujar Iksan kepada Bola.com, Minggu (23/8/2026).

Pria berusia 34 tahun tersebut menambahkan bahwa pemenuhan lisensi klub sangat krusial untuk meningkatkan mutu klub sepak bola tanah air.

"Hal itu juga yang menjadi catatan bagi klub untuk terus meningkatkan diri, meningkatkan sisi profesionalisme, terutama misalnya dalam infrastruktur, stadion, dan juga segala macam penunjang itu." Komitmen peningkatan mutu ini dinilai sebagai langkah strategis untuk membawa klub bersaing di tingkat regional.

"Kita tahu sebenarnya dalam hal ini meskipun bagi sebagian klub terasa berat apa yang dicanangkan oleh Super League dalam beberapa catatan terhadap lisensi klub, tapi kami menyadari bahwa itu adalah langkah yang patut diambil agar klub semakin baik, profesional, dan bisa mengejar capaian di level Asia," lanjutnya. Selain masalahLisensi dan sarana, manajemen PSIM menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pengadil lapangan serta teknologi pendukung Video Assistant Referee (VAR) pada Super League 2026/2027.

"Selain itu kami juga berharap tentu perbaikan-perbaikan terutama dalam sisi wasit, secara SDM dan juga kualitas penunjang wasit seperti VAR, berharap semuanya bisa semakin baik," kata Iksan. Evaluasi terhadap kinerja pengadil lapangan menjadi fokus utama karena perannya yang sangat krusial dalam menentukan hasil akhir laga. "Karena mau tidak mau harus diakui bahwa performa wasit atau para pengadil di atas lapangan bisa memengaruhi hasil di sebuah pertandingan," sambungnya.

Seluruh rangkaian pembenahan ini diharapkan berimbas positif pada peningkatan peringkat koefisien kompetisi Indonesia di level AFC.

"Kami berharap semakin baik dari sisi pelaksanaan di dalam maupun luar lapangan, karena kita tahu semua muaranya untuk membantu kompetisi Indonesia tidak hanya semakin baik dalam pelaksanaan dan dinikmati oleh para suporter di Tanah Air," ucap Iksan. Target jangka panjang dari diterapkannya standar ketat ini adalah melahirkan kompetisi yang lebih kompetitif dan berprestasi. "Harapannya untuk semakin meningkatkan kualitas kita di ranah Asia, terutama dalam ranking koefisien kompetisi di level AFC," lanjut pria berusia 34 tahun tersebut.

Penerapan standar tinggi oleh operator liga diikuti oleh seluruh 18 klub peserta demi mendongkrak marwah sepak bola Indonesia di kancah Asia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed