AFA Tetapkan 15 Juli Hari Timnas Argentina Usai Tekuk Inggris
Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) secara resmi menetapkan tanggal 15 Juli sebagai Hari Tim Nasional Sepak Bola. Seperti dilansir dari Bola, keputusan ini diambil untuk mengabadikan momen kemenangan tim Albiceleste atas Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026. Penetapan hari peringatan tersebut diumumkan langsung setelah rapat Komite Eksekutif AFA dan Liga Profesional yang dipimpin Claudio Tapia selaku Presiden AFA pada Kamis (6/8/2026).
Langkah federasi ini langsung memicu gelombang kontroversi baru di tingkat internasional. Sebab utama kontroversi bermula dari aksi para pemain yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" seusai membungkam Inggris. Kalimat tersebut menegaskan klaim bahwa Kepulauan Malvinas merupakan wilayah kedaulatan Argentina.
Pernyataan resmi AFA menyebutkan bahwa perayaan ini tidak sekadar memperingati kelolosan tim senior ke partai final Piala Dunia 2026. Peringatan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi seluruh jenjang tim nasional yang berlatih di kompleks Lionel Andrés Messi.
Kemenangan atas skuad Inggris dinilai berhasil memicu euforia besar di seluruh pelosok negeri. Ribuan masyarakat memadati area publik di berbagai kota untuk merayakan pencapaian sejarah tersebut. Spanduk kontroversial berbahan seprai dengan tulisan cat hitam itu tidak akan disimpan oleh pihak timnas. AFA memutuskan menyerahkan kain tersebut kepada para veteran Perang Falklands 1982.
Sejumlah pilar timnas seperti Lisandro Martínez, Cristian Romero, dan Giovanni Lo Celso terlihat ikut memegang spanduk itu di lapangan. Kain tersebut sebelumnya diselundupkan oleh sekelompok pendukung asal Villa Luro ke dalam stadion di Atlanta.
Penyelidikan Disiplin oleh FIFA
Tindakan para pemain membentangkan spanduk bermuatan politik memicu respons tegas dari FIFA. Badan pengatur sepak bola dunia tersebut langsung membuka proses penyelidikan disipliner terhadap AFA. Investigasi FIFA tidak hanya berfokus pada bentangan spanduk Malvinas.
Pihak berwenang juga meneliti dugaan pelanggaran lain, mencakup nyanyian diskriminatif, perilaku tidak sportif, hingga pencederaan terhadap protokol keamanan pertandingan. Perselisihan mengenai Kepulauan Falkland atau Malvinas tetap menjadi topik politik yang sangat sensitif bagi kedua negara. Kepulauan di Samudra Atlantik Selatan tersebut berstatus Wilayah Seberang Laut Britania Raya, namun terus diklaim oleh Argentina.
Konflik perebutan wilayah ini sempat meletus menjadi Perang Falklands pada tahun 1982. Pertempuran yang berlangsung selama 74 hari tersebut merenggut ratusan nyawa tentara dari kedua belah pihak beserta warga sipil.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow