Alex Crook Prediksi Ruben Amorim Tak Bertahan Enam Bulan di AC Milan
Pelatih AC Milan Ruben Amorim memicu kritik pedas dari koresponden sepak bola talkSPORT, Alex Crook, yang memprediksi juru taktik asal Portugal tersebut tidak bakal bertahan selama enam bulan di Italia, sebagaimana dilansir dari Bola.
Kritik tersebut dilontarkan Crook lantaran Amorim dinilai tidak berkembang dari kegagalannya saat menangani Manchester United, terutama usai dipecat pada Januari lalu setelah mengukir persentase kemenangan terendah manajer Setan Merah sejak 2013.
Sorotan tajam dialamatkan pada keputusan Amorim yang tetap menerapkan skema tiga bek sewaktu laga uji coba AC Milan melawan Chelsea di Jakarta, Indonesia, serta komentarnya mengenai tim yang harus menderita.
"Menarik melihat dia memainkan tiga bek dalam laga persahabatan melawan Chelsea. Macan tutul tidak pernah mengubah coraknya," sindir Crook di talkSPORT.
Ia menyinggung kembali penderitaan suporter Manchester United di bawah arahan Amorim, termasuk saat tersingkir dari Piala Liga oleh Grimsby dan kekalahan di final Liga Europa.
"Dia menggunakan kata itu ketika pertama kali datang ke Manchester United. Dia memperingatkan penggemar Manchester United bahwa mereka harus menderita," kata Crook.
Crook menilai Amorim tidak memiliki kualitas yang memadai untuk memimpin klub besar seperti AC Milan dalam jangka panjang.
"Selamat. Kami memang menderita saat menyaksikan sepak bola buruk kalian. Tersingkir dari Piala Liga oleh Grimsby. Final Liga Europa yang sangat buruk itu," cetusnya.
Pandangan tersebut membuatnya meyakini karier kepelatihan mantan peracik strategi Sporting Lisbon itu di San Siro akan berlangsung sangat singkat.
"Dia tidak akan bertahan enam bulan di Milan karena dia tidak cukup bagus," tegas Crook.
Ia juga menyinggung kekalahan 0-1 dari Everton pada November lalu, di mana Amorim enggan mengubah taktik meski lawan bermain dengan 10 pemain.
"Manchester United sudah memiliki banyak manajer sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan klub, dan orang ini jauh dan jauh merupakan manajer terburuk yang pernah mereka miliki," ujar Crook.
Crook menilai Amorim memaksakan posisi pemain dalam skema yang terbukti tidak berjalan efektif di Premier League.
"Saya mengatakan tentang pertandingan melawan Everton itu. Everton bermain dengan 10 pemain dan memiliki dua penyerang yang tidak pernah mencetak gol, tetapi dia memasukkan Mason Mount sebagai wing-back karena tidak ingin mengubah sistem," lanjutnya.
Sementara itu, penyiar talkSPORT Sam Matterface memberikan perspektif berbeda dengan mengingatkan kontribusi 30 poin Amorim dari total 71 poin Manchester United musim lalu, sebelum ditanggapi sinis oleh Crook.
"Bagus. Berapa banyak lagi yang sebenarnya bisa mereka dapatkan?" balasnya.
Matterface memuji perkembangan positif Manchester United di bawah kepemimpinan Michael Carrick yang dinilai lebih memahami identitas serta tuntutan klub.
"Dia memahaminya. Dia tahu di mana seharusnya Manchester United berada," kata Matterface.
Ia menekankan bahwa Carrick membawa mentalitas yang tepat untuk meningkatkan kualitas permainan tim secara berkelanjutan.
"Anda harus terus berusaha berkembang sepanjang waktu. Itu tentunya juga membawa tekanan. Dia menempatkan dirinya di bawah tekanan karena harus berusaha menyamai atau melampaui apa yang terjadi musim lalu," ujar Matterface.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow