Ander Herrera Resmi Bergabung dengan Real Zaragoza Tanpa Gaji

Smallest Font
Largest Font

Gelandang berusia 37 tahun, Ander Herrera, resmi kembali ke klub masa kecilnya, Real Zaragoza, secara bebas transfer setelah meninggalkan Boca Juniors pada Kamis (27/8/2026), seperti dilansir dari Bola.

Pemain berpengalaman tersebut memilih untuk tidak menerima bayaran dan menyumbangkan seluruh gajinya kepada yayasan milik klub yang kini sedang berjuang di divisi ketiga sepak bola Spanyol.

Langkah ini diambil Herrera sebagai wujud kepeduliannya terhadap Real Zaragoza yang sedang mengalami periode sulit dalam sejarah modern mereka setelah terdegradasi dari La Liga pada musim 2012/2013 dan terus merosot hingga kasta ketiga.

Herrera mengungkapkan perasaannya mengenai keputusan untuk pulang ke klub yang membesarkan namanya tersebut.

"Ini mungkin mimpi terakhir yang ingin saya wujudkan," ujar Herrera kepada BBC Sport.

Ia menambahkan bahwa kepulangannya ke rumah merupakan kesempatan berharga untuk menyelesaikan perjalanan kariernya di tempat ia dibesarkan sebagai pemain dan manusia.

"Kembali ke rumah, ke tempat saya tumbuh, tempat yang memberi saya kesempatan menjadi pemain profesional. Bukan hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai manusia," kata Herrera.

Mantan pemain Manchester United dan Paris Saint-Germain itu juga menegaskan bahwa dirinya masih memiliki gairah besar dalam mengolah si kulit bundar.

"Saya masih memiliki gairah dan keinginan. Saya masih mencintai sepak bola. Melakukannya di rumah adalah cara terbaik untuk mengakhiri karier saya. Di Spanyol, kami menyebutnya menutup sebuah lingkaran," imbuh Herrera.

Melihat kondisi Real Zaragoza yang mengalami kemunduran prestasi, Herrera menyampaikan keprihatinannya atas posisi klub saat ini.

"Sangat menyedihkan bagi kami semua yang merupakan Zaragozistas," kata Herrera.

Menurutnya, Real Zaragoza merupakan tim besar yang seharusnya bersaing di level tertinggi sepak bola domestik maupun Eropa.

"Real Zaragoza seharusnya berada di Eropa. Mereka seharusnya bersaing mempelebutkan trofi dan menghadapi klub-klub terbesar di Spanyol maupun Eropa," ujar Herrera.

Ia pun bertekad untuk memberikan kontribusi maksimal berupa kemampuan dan pengalamannya demi membawa tim kembali ke tempat yang layak.

"Saya ingin memberikan kualitas, pengalaman, dan gairah saya untuk membantu tim kembali ke tempat yang menurut saya seharusnya menjadi milik kami," imbuh dia.

Guna membangkitkan mentalitas tim, Herrera mengimbau seluruh pihak di klub untuk fokus menatap masa depan ketimbang meratapi masa lalu.

"Kami terlalu banyak membicarakan apa yang telah kami lakukan dengan salah. Itu terus memenuhi pikiran kami dengan hal-hal negatif," ujarnya.

Pemain yang pernah meraih trofi Liga Europa dan Piala FA ini meminta rekan-rekannya untuk datang berlatih dengan semangat baru setiap hari.

"Berhentilah menangisi apa yang sudah terjadi. Mari membangun masa depan. Datanglah ke latihan setiap hari dengan senyuman," kata Herrera.

Mengenai keputusannya bermain tanpa menerima gaji, Herrera menegaskan bahwa faktor finansial bukan lagi menjadi prioritas utama dalam fase kariernya saat ini.

"Saya tidak membutuhkan kontrak. Saya memiliki karier yang sangat sukses dan sudah mengelola keuangan saya dengan baik," ujar Herrera.

Keberhasilan finansial sepanjang kariernya memungkinkan dirinya untuk mendedikasikan tenaga secara cuma-cuma demi membantu klub dan kota kelahirannya.

"Saya bisa memberikan hadiah ini kepada diri saya sendiri. Mengenakan jersey itu, secara gratis karena saya ingin membantu klub, tim, dan kota saya," kata Herrera.

Mantan pemain PSG itu mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa kembali membela Real Zaragoza tanpa memikirkan nilai kontrak.

"Saya mampu melakukannya dan itu membuat saya sangat bangga bisa berada di sini hanya untuk membantu. Saya tidak memikirkan uang atau kontrak. Saya merasa sangat beruntung bisa melakukan ini," imbuh mantan pemain MU tersebut.

Keterikatan emosional Herrera terhadap Real Zaragoza sudah terjalin sejak kecil, terlebih sang ayah, Pedro Herrera, merupakan mantan pemain dan general manager di klub tersebut.

Salah satu kenangan masa kecil yang paling berkesan baginya adalah saat menyaksikan kejayaan klub menjuarai Piala Winners 1995 dengan mengalahkan Arsenal.

"Anda sekarang bisa melihat perbedaan antara Arsenal dan Real Zaragoza. Tetapi dahulu kami mampu bersaing dengan raksasa-raksasa tersebut," tutur Herrera.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow