DPRD Gorontalo Soroti Keterlambatan Pembangunan Kopdes Bongohulawa

Smallest Font
Largest Font

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo meninjau keterlambatan proyek pembangunan gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bongohulawa, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, sebagaimana dilansir dari Ulanda. Penundaan penyelesaian fisik gedung tersebut berdampak langsung pada terhambatnya operasional kegiatan ekonomi warga desa setempat.

Persoalan proyek fisik tersebut mencuat saat rombongan legislator melakukan agenda monitoring dan evaluasi di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, dewan menggelar dialog bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Tilongkabila, Pemerintah Desa Bongohulawa, serta jajaran pengurus koperasi guna menyerap aspirasi terkini.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Hasan, menegaskan keberadaan dewan untuk mengawal persoalan ini hingga rampung melalui koordinasi lintas instansi.

"Ini menjadi tugas kami untuk mengawasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait," kata Fadli.

Sebagai bentuk pembanding, Komisi II juga memantau kondisi Kopdes Merah Putih di Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, yang pengerjaan fisiknya telah tuntas. Perbedaan kondisi ini mempertegas fokus pengawasan dewan agar pengerjaan di Bongohulawa tidak terhenti pada tahap fisik semata.

"Yang penting bagaimana koperasi ini bisa segera berjalan dan beroperasi," ujarnya.

DPRD memastikan tidak mengabaikan mangkraknya pengerjaan gedung tersebut dan berjanji membawa hasil temuan ke tingkat konsultasi pemangku kewenangan. Kendati demikian, dewan menekankan batas kewenangan lembaga yang berada pada ranah supervisi, bukan pengambilalihan teknis proyek.

"DPRD tidak melupakan ini. Kita akan menjadikannya catatan untuk dikonsultasikan lebih lanjut," kata Fadli.

Proses pengadaan material dengan spesifikasi khusus yang dikirim dari luar wilayah Gorontalo menjadi salah satu kendala teknis yang memicu kelambatan proyek. Hambatan pasokan bahan bangunan ini diharapkan tidak memperpanjang waktu tunggu warga untuk merasakan manfaat ekonomi koperasi.

"Kita berharap pembangunannya bisa segera selesai. Ini tinggal persoalan waktu," ujar Fadli.

Pengoperasian Kopdes Merah Putih secara penuh ditargetkan mampu memicu aktivitas ekonomi warga desa serta membuka akses usaha lokal setelah seluruh tahapan konstruksi rampung total.

"Sehingga Kopdes Merah Putih dapat cepat beroperasi dan memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat," kata Fadli.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed