DPRD Gorontalo Utara Tekankan Pelestarian Cagar Budaya Benteng Mas
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Cagar Budaya Benteng Mas, Desa Cisadane, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (17/8), menjadi momentum penting untuk memperkuat pelestarian warisan sejarah daerah, sebagaimana dilansir dari Gotimes.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Gustam Ismail menegaskan bahwa momentum kemerdekaan harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif atas keterikatan sejarah.
"Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga warisan untuk generasi yang akan datang. Kemerdekaan diwariskan kepada kita melalui perjuangan, sementara cagar budaya diwariskan melalui sejarah. Keduanya memiliki pesan yang sama, jangan sampai generasi hari ini memutus tali mata rantai dengan masa lalu," ujar Gustam.
Kawasan Benteng Mas dinilai bukan sekadar peninggalan fisik bersejarah, melainkan bagian dari perjalanan panjang masyarakat Gorontalo, khususnya di wilayah Gorontalo Utara. Kerusakan situs sejarah berpotensi menghilangkan identitas serta ingatan kolektif daerah.
"Menjaga cagar budaya, salah satunya Benteng Mas yang berada di Desa Cisadane, bukan sekadar menjaga bangunan tua. Yang kita jaga adalah identitas, ingatan kolektif, dan bagian dari perjalanan masyarakat Gorontalo, lebih utama masyarakat Gorontalo Utara," tegasnya.
Pelestarian cagar budaya dipandang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat agar peninggalan sejarah terhindar dari pengabaian maupun kerusakan fisik.
"Tentu kita menginginkan generasi yang akan datang bukan hanya membaca sejarah dari buku, tetapi masih dapat melihat, menyentuh, dan belajar langsung dari peninggalan sejarah yang kita rawat hari ini," katanya.
Pengembangan situs bersejarah dinilai dapat difokuskan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda melalui pengelolaan terpadu dan kegiatan kebudayaan.
"Mengisi kemerdekaan hari ini bukan hanya membangun sesuatu yang baru, tetapi juga memastikan yang bernilai dari masa lalu tidak hilang karena kelalaian kita saat ini," ujarnya.
Upaya mempertahankan nilai sejarah dianggap sebagai bentuk nyata mengisi kemerdekaan yang berjalan seiring dengan pembangunan fisik daerah.
"Jangan sampai kita menjadi generasi yang menikmati hasil perjuangan para pendahulu, tetapi justru menjadi generasi yang membiarkan jejak perjuangan dan sejarah mereka hilang," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow