Erling Haaland Tegaskan Manchester City Tetap Incar Gelar Juara Usai Era Pep Guardiola
Manchester City resmi memulai lembaran baru setelah Pep Guardiola dipastikan menyudahi masa baktinya di Etihad Stadium. Perjalanan panjang sang manajer selama sepuluh tahun terakhir telah membentuk dominasi besar bagi klub tersebut.
Keluarnya Guardiola menjadi kehilangan besar mengingat pengaruh masif pria asal Spanyol itu. Di bawah kendalinya, klub menjelma menjadi kekuatan menakutkan di Eropa dengan raihan trofi yang konsisten setiap musim.
Seperti dilansir dari Bola, situasi ini memicu keraguan terkait masa depan tim. Namun, Erling Haaland menegaskan bahwa target klub untuk mengamankan gelar juara sama sekali tidak memudar.
Penyerang asal Norwegia itu menyebut rekan-rekan setimnya masih memelihara mentalitas pemenang. Ia meminta seluruh skuad menjaga standar performa tinggi yang telah diwariskan sejak era Guardiola.
Klub kini sedang melewati periode transisi besar pasca-berakhirnya masa kepemimpinan Guardiola. Walau demikian, Haaland menolak anggapan bahwa timnya akan kehilangan daya saing dalam perebutan trofi.
Pemain berusia 25 tahun itu melihat internal tim masih mempunyai modal kuat untuk bersaing di level tertinggi. Menurutnya, motivasi di ruang ganti tidak akan padam hanya karena pergantian posisi manajer.
Haaland tidak memungkiri bahwa musim terakhir berjalan penuh dinamika walaupun mereka sukses mengamankan Piala FA dan Piala Carabao. Ketatnya persaingan di liga membuat mereka gagal mempertahankan takhta domestik.
"Ini adalah musim yang naik turun. Mari kita jujur dan katakan ini. Tapi sekali lagi, kita akan terus berusaha.
Kita akan terus berjuang untuk memenangkan trofi terbesar yang bisa kita menangkan. Karena itulah yang kita semua inginkan," kata Haaland.
Apresiasi untuk Bernardo Silva dan John Stones
Perubahan besar di skuad Manchester City pada musim panas ini ternyata tidak berhenti pada figur pelatih. Skuad juga dipastikan kehilangan dua pilar senior, yakni Bernardo Silva dan John Stones.
Haaland merasakan kehilangan yang mendalam karena kedua pemain tersebut mempunyai pengaruh kuat di ruang ganti. Silva dan Stones dinilai sangat membantu proses adaptasinya sewaktu pertama kali mendarat di Manchester.
Bagi Haaland, kedua rekan setimnya itu bukan sekadar pesepakbola berkualitas, melainkan juga figur individu yang baik. Ia menganggap sebuah kehormatan bisa berjuang bersama dua nama yang menjadi pilar kesuksesan klub.
"Tentu saja, merupakan suatu kehormatan untuk bermain empat musim bersama Bernardo dan John. Dan tentu saja Pep, kami memenangkan banyak trofi bersama, mari kita jujur dan katakan itu. Saya sangat senang bermain bersama Bernardo dan John karena mereka adalah pesepakbola yang luar biasa, tetapi jauh di lubuk hati mereka adalah orang-orang yang lebih baik," tutur Haaland.
Menjaga Warisan Mentalitas Juara
Haaland memahami bahwa periode emas klub bersama Guardiola akan selalu tercatat dalam sejarah panjang tim. Ia memandang momen kebersamaan dengan manajer serta dua pemain senior tersebut sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.
Dominasi di kompetisi sepak bola Inggris selama satu dekade terakhir membuat Guardiola, Silva, dan Stones berstatus sebagai legenda di Etihad Stadium. Meski tantangan ke depan diprediksi bertambah berat, Haaland mendorong tim untuk terus melangkah.
"Termasuk Pep, ini adalah perjalanan yang luar biasa. Kita semua harus sangat senang dan bangga kepada semua orang karena ini adalah perjalanan yang luar biasa. Saya know akan sulit tanpa mereka, tetapi kita perlu terus berjuang," ucap Haaland.
"Kita perlu terus berjuang tanpa mereka. Sekarang saatnya untuk merayakan mereka. Kita perlu senang bahwa mereka adalah legenda besar di klub karena mereka memang benar-benar legenda.
Dari lubuk hati yang terdalam, mereka adalah pemain yang luar biasa, orang-orang yang luar biasa, manusia yang luar biasa. Saya sangat senang telah bermain bersama mereka," ujar Haaland.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow