FKKS Bone Bolango Targetkan Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2027
Ketua Forum Kabupaten Kota Sehat (FKKS) Bone Bolango periode 2024–2029, Rakhmatiyah Deu, memasang target untuk menembus nominasi Penghargaan Swasti Saba Wiwerda pada 2027. Seperti dilansir dari Ulanda, pencapaian ini menjadi langkah lanjutan setelah daerah tersebut meraih penghargaan Swasti Saba Padapa. Namun, Rakhmatiyah menilai penghargaan bukanlah tujuan utama yang ingin dicapai.
Hal paling krusial adalah memastikan seluruh indikator kabupaten sehat terwujud melalui perubahan nyata di tengah masyarakat. Masalah Open Defecation Free (ODF) dan pengelolaan sampah rumah tangga ditegaskan tidak boleh berhenti sebagai target administratif. Hal itu tidak boleh sekadar menjadi angka dalam laporan pemerintah.
"Pencapaian ODF dan penanganan sampah rumah tangga tidak boleh hanya menjadi target di atas kertas. Semua itu harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak, dukungan anggaran yang memadai, dan aksi nyata di lapangan," kata Rakhmatiyah Deu.
Keberhasilan membangun Kabupaten Bone Bolango yang sehat tidak dapat dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Program sanitasi, kebersihan lingkungan, dan kesehatan masyarakat memerlukan keterlibatan seluruh unsur pemerintah. FKKS meminta Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memberikan dukungan serius melalui penguatan peran seluruh OPD, kecamatan, hingga desa. Sektor kesehatan lingkungan dinilai memerlukan komitmen yang kuat serta koordinasi yang efektif.
"Setiap perangkat daerah harus menjadikan sanitasi dan pengelolaan sampah sebagai prioritas bersama. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan atau Dinas Lingkungan Hidup, tetapi tanggung jawab semua pihak," ujar Rakhmatiyah. Ia berpendapat bahwa kesuksesan program Kabupaten Sehat sangat bergantung pada kekuatan koordinasi lintas sektor. Tanpa komitmen bersama, target yang telah disusun akan sulit untuk diwujudkan di lapangan.
"Kalau tidak ada komitmen yang kuat, koordinasi yang efektif, dan keberpihakan terhadap program kesehatan lingkungan, maka target ODF maupun pengelolaan sampah yang baik akan sulit dicapai," tutur Rakhmatiyah. Sebagai langkah awal, FKKS akan segera melaksanakan pelantikan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat di seluruh kecamatan di Kabupaten Bone Bolango. Sebanyak 13 kecamatan dijadwalkan memiliki Pokja yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program.
Pembentukan struktur hingga ke tingkat akar rumput dipandang penting agar program kesehatan lingkungan berjalan langsung di masyarakat. FKKS juga akan mengaktifkan kembali sinergi lintas sektor melalui sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat.
"Seluruh OPD pengampu sembilan pilar FKKS harus kembali bergerak bersama. Kabupaten sehat hanya bisa diwujudkan apabila semua sektor berjalan dalam satu arah dan saling mendukung," kata Rakhmatiyah.
Sinergi Menuju Prestasi Nasional 2027
Rakhmatiyah optimistis Bone Bolango memiliki peluang besar untuk meningkatkan prestasi pada ajang penghargaan Kabupaten/Kota Sehat berikutnya. Penguatan kelembagaan dan sinergi antar-OPD menjadi modal utama untuk bersaing meraih Swasti Saba Wiwerda pada 2027. Ia kembali mengingatkan bahwa penghargaan tersebut hanya akan menjadi konsekuensi dari kerja nyata di lapangan.
Kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang bersih tetap menjadi prioritas utama organisasi. "Bagi kami, yang terpenting adalah masyarakat benar-benar merasakan lingkungan yang lebih bersih, sanitasi yang semakin baik, and kualitas hidup yang meningkat. Penghargaan akan mengikuti jika semua itu benar-benar kita kerjakan bersama," ujar Rakhmatiyah.
Seluruh jajaran pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga warga diajak membangun komitmen bersama. Upaya ini dilakukan demi mewujudkan Bone Bolango sebagai kabupaten yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
"Bone Bolango membutuhkan aksi, bukan sekadar wacana. Masyarakat menunggu hasil nyata, dan keberhasilan membangun kabupaten yang sehat adalah tanggung jawab kita bersama," kata Rakhmatiyah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow