Harga Honda Brio Bekas 2012-2019 Dipasarkan Mulai Rp73 Jutaan
Pembeli yang membutuhkan kendaraan keluarga kecil dapat mempertimbangkan Honda Brio bekas keluaran 2012 hingga 2019. Dimensi ringkas serta ketersediaan unit yang melimpah di pasar menjadi daya tarik utama mobil ini, seperti dilansir dari Moladin.
Sektor dapur pacu disokong mesin 1.200 cc SOHC 4-silinder 16 katup i-VTEC + DB berteknologi fuel injection. Konfigurasi lima penumpang dan ruang bagasi yang praktis memberikan fleksibilitas untuk mobilitas perkotaan.
Ukuran bodi yang kompak memudahkan pengemudi saat membelah kemacetan kota maupun mencari ruang parkir. Performa mesin 1.200 cc dinilai memadai untuk operasional harian, sementara variasi unit di pasar mobil bekas memberi kemudahan opsi bagi konsumen.
Daya angkut lima orang beserta bagasi yang tergolong lapang menjadi nilai plus untuk keluarga muda. Namun, calon pembeli disarankan mencermati kondisi fisik dan mekanis mengingat usia kendaraan yang bervariasi.
Daftar Harga Honda Brio Bekas 2012-2019
Berdasarkan pantauan di pasar mobil bekas daring, banderol Brio dipengaruhi oleh tahun produksi, tipe varian, jenis transmisi, serta kondisi unit secara keseluruhan.
| Tipe | Tahun | Harga |
|---|---|---|
| Satya A M/T | 2012 | Rp73 juta |
| 1.2 S M/T | 2013 | Rp90 juta |
| 1.2 E A/T | 2014 | Rp100 juta |
| All New Brio RS A/T | 2019 | Rp153 juta |
Pada kisaran Rp90 jutaan, konsumen disuguhkan beberapa alternatif seperti 1.2 S A/T 2012, 1.2 S M/T 2013, 1.2 S Satya M/T 2013, hingga Satya A M/T 2015.
Varian tertinggi diisi oleh All New Brio RS A/T rakitan 2019 yang menyentuh angka Rp153 juta. Rentang harga yang luas ini mengakomodasi berbagai preferensi dan anggaran calon pemilik.
Panduan Pengecekan Sebelum Membeli
Pemeriksaan kondisi unit memerlukan kecermatan ekstra karena kualitas kendaraan dapat berbeda meski tipe dan tahun pembuatannya serupa.
1. Memanfaatkan Jasa Inspeksi
Jasa inspeksi independen seperti MoInspeksi dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi kerusakan tersembunyi yang sulit terlihat secara kasat mata.
2. Memeriksa Komponen Mesin
Pastikan mesin dapat dinyalakan dengan mudah tanpa suara kasar. Amati pula ruang mesin untuk memastikan tidak ada indikasi kebocoran oli atau cairan lain.
3. Menguji Sistem Transmisi
Pengujian perpindahan gigi pada transmisi manual maupun otomatis wajib dilakukan. Respons perpindahan harus terasa halus tanpa muncul gejala hentakan yang mencurigakan.
4. Meneliti Track Record Perawatan
Ketersediaan catatan servis berkala menjadi indikator perawatan pemilik sebelumnya. Komponen rutin seperti aki, oli, ban, dan sistem pengereman perlu dicek tanggal penggantian terakhirnya.
5. Bersikap Kritis Terhadap Harga Murah
Unit berbanderol paling rendah belum tentu menjadi opsi paling hemat jika membutuhkan banyak perbaikan. Penilaian menyeluruh harus melingkupi riwayat kendaraan, kelengkapan surat, dan hasil inspeksi akhir.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow