Pertamina Naikkan Harga Pertamax Menjadi Rp17.000 per Liter di Lima Provinsi

Smallest Font
Largest Font

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak nonsubsidi jenis Pertamax RON 92 menjadi Rp17.000 per liter di lima provinsi Indonesia mulai Rabu, 10 Juni 2026. Penyesuaian harga ini memicu lonjakan signifikan dari tarif sebelumnya di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum.

Dilansir dari Moladin, wilayah yang mengalami kenaikan harga Pertamax RON 92 hingga menyentuh Rp17.000 per liter meliputi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Salah satu area yang menjadi sorotan adalah Kota Padang, Sumatera Barat, akibat lonjakan harga yang dinilai cukup tinggi.

Laporan dari GridOto menunjukkan bahwa kenaikan harga di salah satu SPBU kawasan Kayu Gadang, Kuranji, Padang, terjadi sejak sekitar pukul 00.00 WIB. Tarif Pertamax 92 di wilayah tersebut melonjak dari harga sebelumnya sebesar Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Konsumen diimbau untuk tidak menyamakan Pertamax RON 92 dengan Pertamax Green 95 meskipun keduanya kini memiliki harga yang sama di beberapa daerah. Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax RON 92 dijual seharga Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dipatok Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga di wilayah lain seperti Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua berada pada level Rp16.650 per liter. Wilayah FTZ Sabang mencatat harga terendah sebesar Rp15.250 per liter, diikuti FTZ Batam sebesar Rp15.500 per liter.

Daftar Wilayah dengan Harga Pertamax RON 92 Rp17.000 per Liter
WilayahHarga Pertamax RON 92
Sumatera BaratRp17.000/liter
RiauRp17.000/liter
Kepulauan RiauRp17.000/liter
Kalimantan SelatanRp17.000/liter
Kalimantan UtaraRp17.000/liter

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan di tengah penyesuaian tarif nonsubsidi ini. Harga Pertalite tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tidak berubah di level Rp6.800 per liter.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: moladin.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow