Harga Sembako di Gorontalo Berfluktuasi Tajam Komoditas Cabai Merah Keriting Loncat 41 Persen
Pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional atau PIHPS dari Bank Indonesia mencatat fluktuasi harga sembako yang signifikan di pasar tradisional Gorontalo pada Selasa, 16 Juni 2026. Sebanyak 17 komoditas pangan mengalami kenaikan harga, sementara 7 komoditas lainnya justru dilaporkan menurun.
Pergerakan harga ini memicu perhatian karena beberapa komoditas pokok mengalami lonjakan yang cukup drastis dalam satu bulan terakhir. Di sisi lain, komoditas penting seperti telur ayam ras justru menunjukkan tren penurunan yang konsisten di pasaran.
Berdasarkan data resmi teranyar, pergerakan harga sembako per kilogram di wilayah Gorontalo memperlihatkan perbedaan tren yang kontras antar-komoditas. Lonjakan tertinggi terjadi pada kelompok sayuran dan daging, sementara sektor protein unggas mengalami relaksasi harga.
Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga
Cabai merah keriting menjadi komoditas yang mengalami lonjakan paling tajam di pasar tradisional Gorontalo. Selain itu, harga daging sapi, baik kualitas dua maupun kualitas reguler, juga ikut merangkak naik dalam sebulan terakhir.
- Cabai Merah Keriting: Mengalami kenaikan sebesar 41,67 persen hingga menyentuh angka Rp63,75 ribu per kilogram.
- Daging Sapi Kualitas 2: Mengalami kenaikan harga sebesar 7,14 persen menjadi Rp150 ribu per kilogram.
- Daging Sapi: Mengalami kenaikan harga sebesar 1,72 persen menjadi Rp147,5 ribu per kilogram.
Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga
Berbeda dengan cabai dan daging sapi, harga telur ayam ras segar justru mencatatkan penurunan yang signifikan. Penurunan harga telur ini terjadi secara berkala, baik dalam hitungan mingguan maupun bulanan.
- Telur Ayam Ras Segar: Turun 11,81 persen dalam satu bulan terakhir menjadi Rp32,1 ribu per kilogram.
Tren Historis dan Perbandingan Harga Telur Ayam
Meskipun harga telur ayam sempat mengalami kenaikan harian tipis sebesar Rp200 dari hari sebelumnya yang berada di angka Rp31,9 ribu, secara umum tren komoditas ini terus menurun. Jika dibandingkan dengan pekan lalu yang mencapai Rp33,65 ribu, harga saat ini sudah menyusut sebesar Rp1.550.
Penurunan yang lebih dalam terlihat jika menilik data 30 hari lalu, di mana harga telur ayam sempat menyentuh Rp36,4 ribu per kilogram. Bahkan, dalam kurun waktu tiga bulan atau 90 hari lalu, harga komoditas ini berada di angka Rp37,9 ribu yang berarti telah turun sebesar 15,3 persen.
Secara historis, pergerakan harga telur ayam di Gorontalo memang kerap fluktuatif. Rekor kenaikan tertinggi pernah tercatat sebesar 17,89 persen pada Mei 2019, sedangkan penurunan terdalam secara historis sempat menyentuh angka minus 16,3 persen pada Februari 2018.
Tabel Perbandingan Harga Sembako di Pasar Tradisional Gorontalo
Berikut adalah rincian perbandingan harga beberapa komoditas sembako utama per kilogram di pasar tradisional Gorontalo berdasarkan pencatatan resmi terbaru:
| Nama Komoditas Sembako | Harga Terkini (per Kg) | Persentase Perubahan Bulanan |
|---|---|---|
| Cabai Merah Keriting | Rp63,75 ribu | Naik 41,67% |
| Daging Sapi Kualitas 2 | Rp150 ribu | Naik 7,14% |
| Daging Sapi | Rp147,5 ribu | Naik 1,72% |
| Telur Ayam Ras Segar | Rp32,1 ribu | Turun 11,81% |
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Dinas terkait dan pihak perbankan melalui PIHPS terus melakukan pemantauan rutin terhadap 24 komoditas pangan utama di daerah ini. Upaya pengawasan ini dilakukan guna mengantisipasi dampak lanjutan dari lonjakan harga cabai merah keriting dan komoditas daging terhadap daya beli masyarakat setempat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow