Honda Brio Satya E CVT 2016 Bekas Layak Dipinang

Smallest Font
Largest Font

Mobil bekas Honda Brio Satya E CVT keluaran tahun 2016 masih menjadi opsi menarik bagi pencari kendaraan pertama berbudget Rp100 jutaan, dilansir dari Moladin. Meski usianya mendekati satu dekade, desain bodi yang kompak serta mesin 1.2 liter membuatnya tetap diandalkan untuk mobilitas harian di perkotaan. Sisi eksterior hatchback ini mempertahankan grille horizontal berfinishing hitam dengan aksen krom, lampu utama halogen, serta bumper yang dilengkapi foglamp.

Kaki-kakinya mengandalkan velg alloy multi-spoke berukuran 14 inci yang dipadukan ban berprofil 175/65 serta spion elektrik.

Bagian kabin didominasi dasbor bermaterial plastik keras dengan finishing rapi, dipadu head unit Double DIN serta panel AC sentuh modern. Tempat duduk berbahan fabric dirancang cukup empuk, sementara panel instrumen memadukan sistem analog dengan MID sederhana.

Mengenai performa, dapur pacunya mengandalkan mesin L12B berkapasitas 1.199 cc 4-silinder SOHC 16 katup berteknologi i-VTEC dan PGM-FI. Konfigurasi tersebut mampu memuntahkan tenaga hingga 90 PS pada putaran 6.000 rpm dengan torsi puncak mencapai 110 Nm.

Seluruh tenaga disalurkan menuju roda depan melalui sistem transmisi CVT yang halus untuk penggunaan di jalan raya padat. Konsumsi bahan bakarnya tercatat berada di kisaran 13 hingga 16 kilometer per liter untuk rute dalam kota. Sementara itu, penggunaan untuk jalur luar kota mampu mencatatkan efisiensi hingga 18 sampai 22 kilometer per liter.

Sektor keselamatan telah dilengkapi fitur pengereman ABS dan EBD, dual SRS airbag, alarm, serta struktur bodi G-CON dan ACE.

Di pasaran mobil seken, unit ini dibanderol pada kisaran harga Rp105 juta sampai Rp130 jutaan tergantung kondisi fisik. Faktor lain yang memengaruhi harga meliputi lokasi, kelengkapan dokumen kendaraan, serta riwayat perawatan berkala di bengkel resmi. Sebelum memutuskan membeli, calon pemilik wajib memeriksa sektor transmisi CVT dengan teliti untuk mendeteksi potensi hentakan kasar.

Pastikan perpindahan tuas dari posisi P, R, N, hingga D berjalan normal tanpa suara mendengung yang mencurigakan.

Periksa pula bagian mesin guna mengantisipasi adanya kebocoran oli, suara kasar, atau asap berlebih dari knalpot. Uji coba kendaraan di lintasan tidak rata diperlukan untuk mendeteksi potensi masalah pada sektor kaki-kaki bawah.

Pengecekan nomor rangka serta mesin harus dicocokkan secara akurat dengan dokumen legalitas seperti STNK dan BPKB. Menggunakan layanan jasa inspeksi independen dapat membantu mengidentifikasi kerusakan tersembunyi sebelum transaksi pembelian diselesaikan.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: moladin.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed